Home » Artikel » UNTUKMU IBU “AKU BERHASIL SEKOLAH DI PKN STAN”

UNTUKMU IBU “AKU BERHASIL SEKOLAH DI PKN STAN”

SEKOLAH DI PKN STAN

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Saya  dari Boyolali, Jawa Tengah. Saya adalah anak pertama dari empat bersaudara, saya memiliki tiga adik kandung, yang masing masing masih duduk di bangku SMA, SMP dan SD. Sebagai anak pertama, ayah dan ibu saya selalu menekankan bahwa kelak di kemudian hari, penentu kesuksesan keluarga berada di tangan anak sulung yaitu saya.

Sejak saat itu lah saya merasa bahwa saya membawa beban tanggung jawab yang besar kepada keluarga saya. Setiap memberi wejangan dan nasihat ayah dan ibu saya selalu mengajak saya untuk berdiskusi dua arah, untuk menemukan problem solving dari setiap permasalahan yang saya hadapi. Ayah saya selalu berkata bahwa, saya tetap akan dibebaskan untuk memilih perguruan tinggi tempat saya akan  belajar setelah tamat SMA. Namun ayah juga selalu mengingatkan bahwa untuk masa saat ini memasuki dunia perkuliahan itu adalah masa-masa yang sangat kritis. Beliau berkata bahwa jika saya nantinya salah melangkah dan salah mengambil keputusan maka penyesalah seumur hiduplah yang akan saya alami.

Dari hasil diskusi saya dengan kedua orang tua saya setiap hari saya dapat menyimpulkan bahwa, apabila kita berpikir yang penting setelah lulus SMA saya dapat kuliah adalah suatu langkah yang salah. Oleh karena itu saya bertekad untuk dapat masuk sekolah tinggi kedinasan.

Apalagi, dalam sebuah kesempatan ibu saya pernah bercerita tentang obsesi beliau di masa muda yang ingin kuliah di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara namun gagal karena masalah tinggi badan. Hal itu membuat tekad saya sekolah di PKN STAN pun bertambah karena ingin mewujudkan cita-cita ibu yg tidak tercapai.

Memasuki kelas 12 saya mulai mencari informasi demi informasi guna mempersiapkan diri agar tidak menyesal di kemudian hari. Saya mulai membeli buku kumpulan soal dan rajin bertanya kepada kakak tingkat SMA yang sudah sekolah di PKN STAN.

Sejak  saat itu saya sadar bahwa untuk dapat lolos test usm dan diterima sekolah di PKN STAN bukanlah hal yang mudah, dikarenakan soal-soal USM  itu juga bukanlah soal soal yang dapat di pelajari dengan cepat. Maka saya mulai belajar dan berlatih soal USM STAN setiap hari sejak kelas 12, karena saya berfikir orang bisa karena sudah terbiasa.

Selain latihan-latihan dari soal USM tahun  lalu saya juga tetap belajar mengejar nilai raport tetap bagus dan naik tiap semesternya, dan juga tak lupa saya belajar untuk mempersiapkan Ujian Nasional dikarenakan nilai Raport dan nilai Ujian Nasional juga termasuk dari salah satu dari sekian banyak persyaratan sekolah di PKN STAN.

Hari demi hari berlalu, ujian sekolah dan ujian nasional sudah saya lewati, fokus saya beralih ke satu hal, yaitu dapat lolos tahap pertama USM PKN-STAN. Tak lupa saya selalu minta doa dari keluarga saya yang lebih tua, seperti eyang, om dan tante.

Alhamdulillah semua yang saya lakukan membuahkan hasil. Saya dapat lolos melewati Test TPA yang merupakan test pertama sekolah di PKN STAN. Saya sengaja untuk memilih lokasi ujian di Semarang karena saya lebih memahami  daerah Semarang daripada Jogja, walaupun jika di hitung secara jarak dari rumah saya sebetulnya lebih dekat ke Jogja. Saya mendapat lokasi ujian di Universitas Semarang, dan mungkin karena memang sudah di berikan jalan dan kemudahan oleh Allah, seminggu sebelum saya berangkat ke Semarang, adik saya mengikuti lomba di Semarang, dan salah satu dari paket hadiahnya adalah menginap di hotel Bliss-Soetta, dan letak hotel tersebut sangat dekat dengan Universitas Semarang.

Begitupun test kedua yaitu Test Kesehatan & Kebugaran dapat saya lalui. Jujur untuk test tahap kedua ini saya merasa saya memiliki banyak hutang budi terhadap ayah dan teman teman saya, karena tanpa bantuan dan dorongan semangat dari beliau dan mereka saya rasa saya mungkin tidak dapat melewati tahap ini. Ayah saya tidak hanya menghimbau namun beliau juga ikut lari setiap saya berlatih untuk lari test tahap kedua ini, selain itu saya juga banyak tips dan trik untuk memaksimalkan kemampuan saya ketika nanti saya menjalani test kesehatan dan kebugaran, mulai dari cara kita menapakkan kaki ketika berlari agar tidak merasa berat setiap kaki kita mengambil langkah saat berlari, tumpuan kaki, pengaturan nafas, ayunan kaki dan tangan, hingga cara bergerak dengan lincah dan gesit ketika lari shuttle run.

Saat itu saya mendapatkan giliran test kesehatan dan kebugaran hari kedua, ketika test kesehatan ternyata saya memiliki cacat mata sebelah kiri, dan selama ini saya tidak mengetahui akan hal itu. Jujur, saat itu juga harapan saya untuk masuk Bea Cukai kandas, tetapi saya optimis saya mampu menutupi kekurangan fisik pada mata kiri saya dengan hasil latihan saya berlari setiap harinya. Begitu peluit tanda berlari berbunyi fokus saya hanya satu, yaitu saya dapat mengalahkan catatan jarak selama saya berlatih di rumah, saya harus dapat mengalahkan diri sendiri, dan dapat memaksimalkan semua potensi yang ada pada saya, Alhamdulillah, saya berhasil melakukan 6,75 putaran lapangan Tri Lomba Juang, dari hasil itu saya yakin pasti saya dapat lolos test tahap kedua ini.

Dan terakhir, setelah saya menjalani test ketiga yaitu test TKD, yang bagi saya merupakan test tersulit, jadi saya mempersiapkan diri saya supaya fokus untuk berlatih macam-macam soal . Untuk Test Intelegensi Umum saya sudah merasa bahwa persiapan saya cukup matang karena saya lumayan menyukai tipe tipe soal TIU, untuk Test Kepribadian saya belajar dengan menggunakan metode trial and error, jadi saya mencoba dan berusaha mengkoreksi kesalahan saya dalam menjawab soal agar nantinya ketika saya mengerjakan sub test TKD ini saya dapat memaksimalkan nilai saya, sedangkan untuk Test Wawasan Kebangsaan saya merasa bahwa saya masih sangat kurang mendalami materi, saya ingat pada saat mengerjakan test ini saya mengisi jawaban untuk 14 soal secara acak dan sembarangan, karena waktu jatah mengerjakan saya tinggal 3 menit. Alhamdulillah, untuk test TKD ini saya berhasil meroleh skor 367, hasil ini jauh lebih tinggi dari patokan saya yang hanya 345.

Setelah menunggu hasil pengumuman yang sempat ditunda, hasil test pun keluar. Saat membaca nama saya tercantum di situ sebagai calon mahasiswa STAN, saya pun langsung sujud syukur untuk meluapkan kegembiraan saya dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, dikarenakan selain saya diterima, saya juga mendapat jurusan yang saya inginkan setelah D1 Bea Cukai, yaitu jurusan D1 Pajak.

Saya sadar, ini bukanlah hasil akhir, tetapi justru merupakan langkah awal untuk memasuki dunia pendidikan yang sangat bergengsi, paling diminati dari semua perguruan tinggi yang ada di Indonesia. Sehingga saya membulatkan tekad harus bisa melewatinya dengan sukses, sehingga saya bisa menjunjung tinggi cita-cita orang tua, berguna bagi agama, nusa dan bangsa.

Sekian, Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh

Tinggalkan Balasan