Home » Artikel » Usaha Diiringi Doa Masuk PKN STAN

Usaha Diiringi Doa Masuk PKN STAN

Cita-cita saya untuk meneruskan pendidikan di sekolah kedinasan  PKN STAN berawal dari keinginan orang tua saya. Keinginan orang tua yang ingin anaknya menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil). Karena menurut orang tua saya lulusan sekolah kedinasan PKN STAN sudah terjamin kehidupannya dan sudah dapat dipastikan untuk mendapat pekerjaan. Selain berasal dari keinginan orang tua saya, ada pula faktor yang berasal dari dalam diri saya, yaitu keinginan saya untuk membahagiakan orang tua dan juga membantu perekonomian keluarga. Selain itu apabila dilihat dari aspek pekerjaan, lulusan yang berasal dari sekolah kedinasan PKN STAN terbilang mendapatkan pekerjaan yang memiliki gaji yang cukup besar.

Ada orang yang berpikir lulusan sekolah kedinasan PKN STAN itu tidak memiliki pandangan yang bagus dalam segi gelar dibandingkan dengan perguruan tinggi yang lain. Karena pendidikan di sekolah kedinasan PKN STAN hanya ada D1 dan D3. Pendidikan ini memang lebih rendah dibandingkan dengan perguruan tinggi lain yang kebanyakan memiliki lulusan pendidikan S1. Hal ini yang membuat orang-orang berpikir dua kali untuk melanjutkan pendidikan ke PKN STAN. Namun,bagi saya hal ini tidak menjadi masalah karena tujuan saya melanjutkan pendidikan setelah lulus dari SMA adalah bekerja.

Keinginan saya untuk memfokuskan diri saya agar bisa masuk menjadi mahasiswa PKN STAN menjadi lebih kuat ketika saya berada di kelas XI SMA. Sejak kelas XI  saya mulai mencari informasi dan menggali lebih dalam mengenai PKN STAN. Dan kebetulan teman dekat saya ketika kelas XI SMA juga ingin masuk sekolah kedinasan PKN STAN. Ketika mengetahui hal itu semangat saya menjadi lebih menggebu-gebu untuk masuk sekolah kedinasan PKN STAN.

Saya mencoba mencari informasi bagaimana cara untuk bisa tembus menjadi mahasiswa PKN STAN. Ternyata terdapat tiga tes yang harus dilalui agar dapat tembus, yaitu Tes USM PKN STAN, Tes Kesehatan dan Kebugaran dan Tes Kompetensi Dasar. Saya mencoba mencari informasi  mengenai latihan-latihan USM PKN STAN yang pernah diadakan di Kota Cirebon kota dimana saya tinggal. Ternyata dari beberapa tahun kemaren memang sudah pernah diadakan Try Out khusus untuk USM PKN STAN yang biasa diadakan oleh bimbel kkhusus. Saat saya mengetahui informasi Try Out USM PKN STAN saya langsung mengikuti kegiatan tersebut. Saya sempat merasa kecewa karena ketika saya mengikuti Try Out pertama itu saya tidak berhasil mencapai nilai mati dan dinyatakan tidak lulus. Namun berikutnya ketika ada informasi mengenai try out USM PKN STAN saya tetap mengikutinya namun kali ini diadakan oleh IKAGATI. IKAGATI merupakan himpunan mahasiswa se-wilayah tiga yaitu Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan. Namun saya kembali kecewa karena saya masih belum mencapai nilai mati.

Melihat belum ada kemajuan yang signifikan dari latihan-latihan yang saya kerjakan, orang tua saya memutuskan untuk memasukkan saya ke tempat bimbingan belajar khusus sekolah kedinasan PKN STAN. Saya dimasukkan ke bimbingan belajar tersebut ketika saya berada di semester terakhir di kelas XI SMA. Dan ketika itu pula saya baru mengetahui bahwa temen dekat saya itu ternyata mengikuti les tersebut.

Setelah mengikuti bimbingan belajar, keahlian saya untuk mengatasi soal soal USM memiliki kemajuan yang dapat dibilang cukup. Hal itu dikarenakan saya biasa membahas soal-soal yang sering muncul di USM. Saya juga belajar melalui buku yang diberikan dari bimbingan belajar. Walaupun sudah biasa mengikuti try out yang diberikan bimbingan belaja, namun tetap ada saja salah satu tes yang belum mencapai nilai mati. Saya ingin mencapai target saya agar dapat masuk ke prodi D3 Pajak . walaupun nilai nilai dari hasil try out saya masih belum begitu mumpuni, saya tetap berjuang agar target saya tersebut tercapai.

Ketika sampai di hari pendaftaran, tekad saya tetap bulat. Saya ingin masuk prodi D3 Pajak. Saya tempatkan D3 Kebendaharaan Negara sebagai pilihan kedua dan D1 Pajak sebagai pilihan ketiga. Ketika pendaftaran ini ada sedikit kendala. Sekolah saya tidak mengijinkan bagi yang mengikuti tes sekolah kedinasan tidak diijinkan untuk mengikuti tes seleksi SNMPTN. Saya berpikir, sekolah kedinasan PKN STAN adalah cita-cita yang saya impikan namun saya khawatir apabila saya tidak masuk seleksi tes sekolah kedinasan PKN STAN. Jadi saya putuskan untuk tetap mengikuti tes sekolah kedinasan namun saya juga tetap mengikuti tes seleksi SNMPTN.

Ketika tes seleksi pertama saya berangkat ke tempat ujian bersama dengan bimbingan belajar saya. Saya putuskan mengambil tes di Jakarta karena menurut survey dari tahun-tahun sebelumnya, Kota Jakarta merupakan salah satu kota yang memiliki kuota terbanyak dibandingkan denga kota-kota yang lain. Saya mengikuti tes seleksi pertama di Gelora Bung Karno, Jakarta bersama teman teman yang berasal dari bimbingan belajar yang sama. Kita pergi ke tempat tujuan menggunakan bus. Ketika menghadapi tes seleksi pertama, saya merasa saya dapat mengerjakan soalnya dengan baik dan benar karena menurut saya soal tersebut lebih mudah dibandingkan dengan soal-soal yang biasa saya kerjakan di tempat bimbingan. Saya bmerasa bersyukur sekali ketika saya merasa diberikan kemudahan oleh Allah dalam mengerjakan soal. Kendala saya ketika menghadapi tes pertama adalah Lembar Jawaban Komputer yang saya kerjakan ada sedikit bekas hapusan. Ketika saya meminta penggantinya ke panitia, panitia tidak mengijinkan. Saya takut apabila LJK saya tidak dapat diperiksa.

Menunggu hasil pengumuman saya berdoa semoga saya lulus di tahap pertama ini, saya sempat takut karena prodi pilihan pertama yang saya pilih adalah D3 Pajak. Tetapi, ternyata Allah SWT mengabulkan doa saya untuk lulus di tahap pertama ini, saya bersyukur sekali karena hal ini suatu keajaiban bagi saya. Saya yakin apabila usaha saya tidak diiringi dengan doa hal ini tidak mungkin terjadi.

Sampai pada Tes Kesehatan dan Kebugaran saya tidak berangkat bersama bimbingan belajar, tapi bersama keluarga saya Mamah dan Bapa saya. Tes Kesehatan kebugaran ini digelar di Rawamangun, Jakarta. Sebelumnya saya telah berlatih untuk tes ini.  Kita harus mampu berlari sejauh empat ratus meter dalam waktu dua belas menit dan lari shuttle run dengan jalur berbentuk angka 8. Saya berlatih bersama teman saya yang juga lulus di tahap pertama. Ketika saya sedang mengikuti tes tersebut saya paksakan diri saya untuk tidaak berhenti sama sekali dan tetap terus berlari. Kendala yang saya alami ada pada kaki saya, karena pada saat itu saya mengalami sakit pada telapak kaki saya.

Ketika menunggu pengumuman tes tahap kedua saya mulai belajar tentang materi tes kompetensi dasar. Walaupun belum ada kepastian kelulusan tes tahap kedua saya ingin mempersiapkan materi tes lebih awal. Tak henti-hentinya saya dan keluarga saya berdoa untuk kelulusan saya. Saya bersyukur kedua orang tua saya mendukung penuh dan sangat meridhoi saya untuk masuk sekolah kedinasan PKN STAN.

Saya menyiapkan materi tes tahap ketiga masih dibimbing oleh  bimbingan belajar saya. Ketika tes tahap ketiga ini saya diantar kembali oleh bimbingan belajar bersama teman-teman saya yang sudah lulus sampai tahap ini. Tes dilaksanakan di Kampus sekolah kedinasan PKN STAN Bintaro, Tangerang Selatan. Saya termasuk kedalam sesi kedua. Saya berdoa dengan sungguh-sungguh semoga saya diberikan kemudahan oleh Allah SWT.

Ketika mengerjakan soal, saya mengalami banyak kendala. Tes ini menggunakan sistem komputer online, ketika sudah selesai atau waktunya habis maka nilainya langsung tertera dilayar. Saya sempat pesimis ketika itu, karena saya mendapatkan soal yang benar- benar belum pernah saya ketahui sebelumnya. Saat itu saya hanya dapat berdoa kepada Allah semoga saya diberikan petunjuk dalam memilih jawaban. Ketika waktunya akan berakhir, disitulah saya sudah pasrahkan semuanya kepada Allah apapun hasilnya. Saat waktunya telah habis muncullah nilai yang saya dapatkan dan keterangan lulus atau tidak lulus. Saya sangat bersyukur sekali, ternyata saya mendapat keterangan lulus dengan nilai 351.

Ketika saya kembali ke rumah, kedua orang tua saya menangis bahagia karena mengetahui saya lulus tes TKD. Tetapi saya masih merasa khawatir karena nilai yang saya dapatkan masih pas di rata-rata dari seluruh kota di Indonesia.

Menunggu hari kelulusan tes tahap terakhir membuat saya dan keluarga benar-benar berdebar. Tak henti-hentinya kami meminta doa kepada Allah agar dikabulkan doa kami. Dan beruntungnya saya  waktu menunggu pengumuman tes tahap akhir bertepatan dengan bulan suci Ramadhan. Saya manfaatkan momen ini untuk terus mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Waktu yang ditunggu-tunggu telah tiba. Pada tanggal 29 Mei 20016 diumumkannya tes tahap akhir, tapi ternyata setelah menunggu lama ada pemberitahuan kalau pengumumannya itu diundur menjadi tanggal 1 juli 2016.hal ini membuat saya semakin berdebar. Saya takut mengecewakan orang tua saya karena saya belum diterima di PTN manapun. Saya tidak beruntung di jalur SNMPTN dan SBMPTN. Saat ini satu-satunya harapan saya hanyalah sekolah kedinasan PKN STAN. Ketika pengumuman keluar tangan saya bergetar mencari nama saya. Ketika saya menemukan nama saya di salah satu deretan tersebut saya menangis bersujud kemudian saya berpelukan dengan ibu saya. Saya sangat bersyukur, benar-benar bersyukur kepada Allah SWT karena telah mengabulkan doa saya dan keluarga saya. Saya juga tetap bersyukur walaupun saya hanya mampu mendapatkan pilihan saya yang ketiga yaitu D1 Pajak. Dan saya ditempatkan di Pontianak. Saya sangat merasakan perjuangan saya yang membuahkan hasil karena telah diiringi dengan doa.

Tinggalkan Balasan