Home » Kisah-Kisah Inspiratif » Tetap Berjuang Kuliah di STAN Meski Orang Tua Tak Bisa Membiayai

Tetap Berjuang Kuliah di STAN Meski Orang Tua Tak Bisa Membiayai

Ayah Anak Ini Bunuh Diri Karena Malu

KULIAH DI STAN-Bunuh diri karena malu merupakan sebagian penyebab beberapa orang mengakhiri hidup mereka, selain itu kemiskinan juga selalu menjadi belenggu bagi sebagian besar orang dalam mencapai kesuksesan. Bagaimana tidak kesuksesan selalu diidentikan dengan pendidikan yang tinggi, gelar yang banyak, serta karier yang cemerlang. Bagi kebanyakan orang yang hidup secara sederhana, tidak mungkin bagi mereka untuk menguliahkan anaknya. Hal ini yang menjadi masalah kunci pemberantasan kemiskinan dan kebodohan di negeri tercinta.

Keterbatasan financial ternyata tak menghalangi langkah anak ini untuk tetap berjuang mencapai kesuksesan. Walaupun orang tuanya sudah menyerah dalam hal pembiayaan kuliah. Anak ini tetap nekad untuk melanjutkan kuliahnya di Jakarta. Kuliahnya memang gratis, Dia berhasil menembus Sekolah tinggi Kedinasan yang paling populer se-Indonesia. Sekolah Tinggi Akuntansi Negara STAN yang memberikan fasilitas kuliah gratis memang selalu menjadi incaran para calon mahasiswa dari kalangan menengah kebawah. Bahkan tak sedikit yang menggantungkan mimpinya hanya kuliah di STAN karena keterbatasan dana.

Anak ini tetap dengan keteguhannya dan keyakinannya untuk melanjutkan kuliah di STAN tanpa meminta satu rupiahpun dari orang tuanya. Bayangkan saja anak bau kencur yang baru 17 tahun harus merantau ke Jakarta yang biaya hidupnya begitu tinggi tanpa satu rupiahpun pemberian orang tua. Dia yakin Allah sudah menentukan rejeki bagi setiap makhluk dan tak akan tertukar. Keyakinannya yang kuat dan kegigihannya dalam mencari uang untuk bertahan hidup membuat kita patut mengambil pelajaran dari kisah ini.

Tahun berganti hingga akhirnya dia lulus kuliah di STAN. Setelah bekerja di lingkungan Kementerian Keuangan, Dia tak jarang mengirimkan uang untuk membantu orang tuanya yang hidup pas-pasan. Namun sayang seribu kali sayang, orang tua yang seharusnya bangga melihat anaknya yang mampu mencapai prestasi yang luar biasa justru malu karena merasa gagal sebagai orang tua hingga akhirnya dia memutuskan untuk bunuh diri.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.