» » BERKAH YANG TAK TERDUGA MENJADI MAHASISWA BARU STAN

BERKAH YANG TAK TERDUGA MENJADI MAHASISWA BARU STAN

MAHASISWA BARU STAN-Saya lulusan SMA Negeri 2 Purwokerto angkatan 2015  yang dikenal sebagai salah satu SMA favorit di kabupaten Banyumas dan sebagian besar siswanya diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) favorit dan berbagai perguruan tinggi kedinasan.

Saat pengumuman SNMPTN tahun lalu, saya dinyatakan tidak lolos. Namun saya tidak berkecil hati karena saya masih memiliki banyak teman yang belum lolos juga dan masih bisa berjuang bersama mereka untuk menghadapi SBMPTN. Kala itu saya baru bisa fokus belajar untuk menghadapi SBMPTN selama seminggu karena disibukan dengan kegiatan perpisahan dan saya pun masih kebingungan memilih jurusan dan universitas. Sebenarnya saya sangat menginginkan berkuliah di UGM, namun saya takut kegagalan itu kembali terulang karna UGM merupakan salah satu perguruan favorit dan persaingan untuk diterima di sana sangat sulit. Namun, setelah berunding dengan orang tua dan mereka pun mendukung. Akhirnya saya memutuskan untuk tetap memilih UGM saat SBMPTN. Namun sayang, Allah tidak mengijinkan saya untuk lolos. Sungguh saya sangat terpukul saat itu, tetapi saya harus tetap berjuang. Harapan untuk berkuliah di UGM pun musnah. Lalu saya mengikuti ujian mandiri di UNDIP dan UNSOED tapi keduanya pun tidak lolos.

Saya pun tak tahu lagi harus bagaimana. Ternyata dibuka pendaftaran mahasiswa baru STAN. PKN STAN merupakan impian saya dari awal masuk SMA namun karena saya berpikir masuk PKN STAN sangat sulit kemudian saya lebih memilih untuk masuk PTN saja. Saat itu ternyata hanya PKN STAN harapan terakhir saya di tahun 2015. Saya dan sahabat saya pun berjuang bersama menghadapi USM PKN STAN di Yogyakarta. Kejadian yang tak terduga akibat kecerobohan saya terjadi. Saat mengikuti USM PKN STAN saya lupa mengisi kolom tanda tangan di lembar jawab. Saya sudah tidak bisa berharap lebih lagi. Saat pengumuman saya tak lolos.

Betapa sedihnya saya, dari semua ujian tersebut saya tidak lolos. Saya hampir putus asa tak habis pikir apakah saya yang bodoh, saingan-saingan saya yang lebih pintar atau saya kurang berdoa dan mendekatkan diri kepada Allah. Saya hanya bisa pasrah menerima hasil tersebut karna saya yakin Allah punya rencana yang lebih indah.

Ketika saya ditawari orang tua saya untuk mendaftar ke perguruan tinggi swasta saya menolaknya dengan alasan biaya perkuliahan di perguruan tinggi swasta mahal. Saya juga masih ingin berjuang untuk dapat diterima di perguruan tinggi negeri tahun depan yang lebih ringan biayanya sehingga tak begitu membebani mereka. Apalagi ibu saya saat itu sedang sakit dan membutuhkan biaya yang cukup banyak untuk membiayai pengobatan tersebut. Sungguh saya merasa tahun lalu merupakan tahun yang penuh cobaan bagi keluarga saya.

Selama setahun tersebut saya mengisi kegiatan saya dengan mengikuti bimbingan belajar untuk menghadapi SBMPTN dan bekerja paruh waktu di salah satu toko aksesoris. Sembari mengisi kekosongan waktu, gaji yang saya peroleh pun dapat menambah uang jajan dan biaya bimbingan belajar sehingga meringankan beban keluarga. Terkadang saya mengeluh kelelahan karena setelah les saya harus bekerja. Namun, ketika hal tersebut saya lakukan dengan ikhlas maka tak menjadi beban malah banyak sekali pelajaran hidup yang saya peroleh dalam setahun tersebut. Mulai dari memperoleh uang tenyata penuh perjuangan, bagaimana saya menciptakan hubungan yang baik dengan rekan kerja, cerita hidup rekan kerja saya yang tak bisa melanjutkan pendidikan mereka bahkan sampai curahan hati tentang keluarga mereka yang membuat saya lebih bersyukur atas apa yang saya peroleh dan miliki selama ini.

Setelah masa penantian, pada bulan Maret saya mendapat kabar bahwa PKN STAN membuka pendaftaran mahasiswa baru, kemudian saya pun langsung mendaftar. Saya memilih lokasi ujian di Semarang karena memiliki saudara di sana sehingga tidak kebingungan mencari tempat untuk menginap.

Sebulan sebelum saya mengikuti USM PKN STAN saya memutuskan untuk keluar dari pekerjaan saya dan fokus belajar. Alhamdulillah saya melaksanakan USM PKN STAN dengan lancar dan saat awal bel ujian dimulai saya langsung fokus ke kolom tanda tangan agar tak lupa lagi. Setelah USM PKN STAN saya lalui, saya fokus belajar menghadapi SBMPTN dan mulai berlatih lari untuk mempersiapkan tes kesehatan dan kebugaran.

Tibalah hari pengumuman USM PKN STAN. Setelah sholat subuh, saya membuka hasil pengumuman bersama eyang. Saat itu ibu dan bapak saya sedang pergi ke Jakarta untuk melaksanakan pengobatan ibu saya. Tak hentinya saya bersholawat dan berdoa saat membuka lembar demi lembar hasil pengumuman. Sungguh tak disangka nama saya tercantum di daftar pengumuman tersebut. Saya sungguh tak percaya, berulang-ulang saya melihat nama saya. Setelah memastikan ternyata benar itu nama saya, sontak saya langsung memeluk eyang saya dengan penuh haru. Kemudian saya segera menghubungi ibu saya. Sungguh bahagia ketika ibu saya mendengar kabar tersebut ucapan syukur tak henti-hentinya terucap.

Perjuangan saya masih berlanjut untuk menghadapi tes tahap 2 yaitu tes kesehatan dan kebugaran. Setelah pengumuman tersebut, saya berlatih lari setiap pagi di GOR dekat rumah. Target saya harus lari minimal 5 putaran karena rata-rata yang lolos dapat menempuh lari lebih dari 5 putaran selama 12 menit. Namun, saat latihan saya masih belum bisa mencapai target tersebut, saya baru mencapai 3 putaran selama 12 menit. Saya juga takut karena saya memiliki tekanan darah rendah. Kabarnya, jika saat dites kesehatan ternyata tekanan darah kita rendah, kita tidak dapat mengikuti tes kebugaran. Maka, saya selalu memakan makanan yang dapat menambah darah dan vitamin penambah darah sebelum melaksanakan tes tersebut.

Sehari sebelum tes kesehatan dan kebugaran dimulai, saya berlatih di lokasi tes kesehatan dan kebugaran yaitu GOR Tri Lomba Juang agar saya dapat mengatur strategi untuk mencapai target lari saya. Para peserta tes kesehatan dan kebugaran yang mendapat jadwal tes hari tersebut memenuhi lokasi. Namun saya tetap percaya diri saja berlari bersama para peserta. Sembari beristirahat setelah lari, saya juga memperhatikan berapa putaran yang dapat mereka capai.

Hari tes kesehatan dan kebugaran pun tiba, saya khawatir tekanan darah saya masih rendah namun alhamdulillah tes kesehatan berjalan lancar dan tekanan darah saya normal, saya pun dinyatakan dapat mengikuti tes kebugaran. Saat itu saya mendapat giliran lari pukul 10.00 WIB. Matahari bersinar terik kala itu, saya takut jika saya tak kuat berlari karena cuaca sudah mulai panas.

Setelah menunggu beberapa saat, tiba giliran saya untuk lari. Sholawat dan doa tak hentinya saya ucapkan dalam hati ketika berlari. Saya terus berlari tak berhenti. Akhirnya saya bisa menyelesaikan lari 4 putaran. Saya khawatir jika tidak lolos karena saya tak mencapai target saya.

Lalu pada pengumuman berikutnya, betapa gembiranya saya dan kedua orang tua saya ketika melihat nama saya kembali terpampang di hasil pengumuman penerimaan mahasiswa baru STAN.

Hari demi hari berlalu, saya masih harus berusaha keras untuk menghadapi TKD. Tahun ini PKN STAN menggelar TKD di awal penerimaan mahasiswa baru. Biasanya, mereka menggelar TKD setelah para mahasiswa menyelesaikan pendidikan mereka di PKN STAN. Saya belajar lebih giat lagi untuk menghadapi tes ini karena materi tes tersebut sangat banyak dan luas. Tes ini terdiri atas tiga bagian, yaitu Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensi  Umum (TIU) dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP). Saya lebih fokus belajar pada Tes Karakteristik Pribadi (TKP) karena paling mudah dibanding yang lain.

Tibalah saatnya saya untuk menghadapi TKD. Rasanya materi yang saya pelajari saat itu masih sangat kurang. Saya sangat gelisah ketika saya mengerjakan TKD tersebut karena soal yang saya pelajari hanya beberapa yang keluar dan waktu yang diberikan pun sangat sedikit. Tetapi alhamdulillah tak terlepas dari bantuan Allah SWT saya dapat menyelesaikannya dengan lancar dan nilai yang saya dapat pun cukup memuaskan.

Lalu pada tanggal 28 Juni 2016, hasil pengumuman SBMPTN pun diumumkan. Alhamdulillah saya lolos pada pilihan pertama saya, yaitu Farmasi UNSOED. Betapa bahagianya saya akhirnya dapat lolos dan membuat orang tua saya bahagia.

Kemudian pengumuman tahap akhir penerimaan mahasiswa baru STAN pun diumumkan, namun diundur dari jadwal pengumuman aslinya. Kedua orang tua saya lebih awal dari saya melihat pengumuman tersebut. Lalu saat saya bangun tidur hendak sahur, kedua orang tua saya memberi tahu bahwa saya diterima di BDK Pontianak. Awalnya saya sedih karna saya tak mengira bakal merantau sejauh itu. Sebenarnya saya sangat berharap dapat diterima di lokasi pendidikan yang berada di pulau jawa. Namun dapat diterima pun sudah sangat bersyukur. Terlebih saya sudah melaksanakan TKD sehingga sudah menjadi CPNS. Dengan dukungan orang tua dan seluruh saudara, saya pun lebih yakin untuk mengambil kesempatan bersekolah di BDK Pontianak.

Ternyata inilah rahasia Allah dan jawaban atas doa saya selama ini. Cita-cita saya untuk dapat diterima di PKN STAN dan menjadi mahasiswa baru STAN pun terwujud. Terima kasih Allah atas berkah yang Engkau berikan ini.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.