Home » Artikel » Cara dan Syarat Pendaftaran Sekolah Kedinasan Tahun 2020

Cara dan Syarat Pendaftaran Sekolah Kedinasan Tahun 2020

Sebanyak 6 sekolah kedinasan membuka pendaftaran tahun 2020. Pendaftaran dibuka mulai tanggal 8-23 Juni 2020. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo melalui surat nomor B/435/M.SM.01.00/2020 pada 6 Mei 2020.

Mana saja sekolah kedinasan yang membuka pendaftaran?

1. Politeknik Statistika STIS

STIS merupakan salah satu sekolah kedinasan di bawah Badan Pusat Statistika (BPS) yang membuka pendaftaran di tahun 2020 ini. Adapun persyaratan yang wajib bagi para calon mahasiswa, yaitu:

A. Persyaratan Umum
  1. Sehat jasmani dan rohani (dapat atau layak bekerja dan beraktivita, baik di dalam ruangan maupun di lapangan), dan bebas narkoba
  2. Tidak buta warna (baik total maupun parsial), untuk pengguna kaca mata/lensa kontak minus (rabun jauh) dan/atau plus (rabun dekat) dapat diberikan toleransi di bawah ukuran 6 dioptri
  3. Lulusan SMA/MA Peminatan MIPA/IPS (semua Program Studi), dan SMK/MAK Peminatan Teknik Komputer dan Informatika (khusus untuk Program Studi Komputasi Statistik Program Diploma IV)
  4. Nilai Matematika (Kelompok A/Umum) dan Bahasa Inggris minimal 80,00 (skala 1-100) atau 3,20 (skala 1-4,00) pada ijazah atau Surat Keterangan Lulus/Surat Keterangan Hasil Ujian Sementara (bagi yang belum memiliki ijazah)
  5. Umur minimal 16 tahun dan maksimal 22 tahun, per 1 september 2020;
  6. Belum menikah dan bersedia tidak menikah selama mengikuti pendidikan di Politeknik Statistika STIS sampai dengan pengangkatan PNS
  7. Tidak sedang menjalankan ikatan dinas dengan instansi lain
  8. Bersedia mematuhi peraturan Politeknik Statistika STIS
  9. Bersedia menandatangani Surat Perjanjian Ikatan Dinas (SPID) bagi yang dinyatakan lulus seleksi dan akan mengikuti pendidikan di Politeknik Statistikan STIS
  10. Setelah lulus pendidikan di Politeknik Statistika STIS, beresedia ditempatkan di Badan Pusat Statistik (BPS)/Kementerian/Lembaga/Instansi lainnya sesuai penempatannya di seluruh wilayah Indonesia sampai tingkat Kabupaten/Kota
B. Persyaratan Khusus untuk Program Diploma III

Domisili peserta adalah Provinsi Papua, Papua Barat, Maluku, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Kalimantan Timur, kalimantan Tengah, dan Kalimantan Utara (dibuktikan dengan Kartu Keluarga).

Berikut link pendaftaran Politeknik Statistika STIS klik disini

2. Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN)

Kedua, sekolah di bawah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) juga membuka pendaftaran untuk calon Praja tahun 2020. Berikut persyaratan bagi yang ingin mendaftar di IPDN

A. Persyaratan Umum
  1. Warga Negara Indonesia
  2. Usia peserta seleksi minimal 16 (enam belas) tahun dan maksimal 21 (dua puluh satu) tahun pada tanggal 31 Desember 2020; dan
  3. Tinggi badan pendaftar bagi pria minimal 160 cm dan pelamar wanita minimal 155 cm
B. Persyaratan Administrasi
  1. Berijazah paling rendah Sekolah Menengah Umum (SMU) atau Madrasah Aliyah (MA) termasuk lulusan Paket C dengan ketentuan: Nilai Rata-rata Ijazah minimal 70,00 (tujuh puluh koma nol-nol) untuk Nilai Rata-rata Rapor dan Nilai Ujian Sekolah lulusan 2017 s.d. 2020; dan Nilai Rata-rata Ijazah bagi Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat ditetapkan minimal 65,00 (enam puluh lima koma nol-nol) untuk Nilai Rata-rata Rapor dan Nilai Ujian Sekolah lulusan 2017 s.d. 2020
  2. KTP-el bagi peserta yang berusia 17 tahun atau Kartu Keluarga (KK) bagi yang belum memiliki KTP-el
  3. Bagi yang belum memiliki KTP-el atau Kartu Keluarga (KK) dapat melampirkan Surat Keterangan Kependudukan atau resi permintaan pembuatan KTP-el yang ditandatangani oleh pejabat berwenang
  4. Surat Keterangan lulus dari Kepala Sekolah atau pejabat yang berwenang, bagi siswa SMU/MA Tahun Ajaran 2019/2020
  5. Surat Keterangan Orang Asli Papua (OAP) khusus bagi peserta OAP yang ditandatangani oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota masing-masing dan mengetahui Ketua atau Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP)
  6. Alamat e-mail yang aktif; dan
  7. Pasfoto
C. Persyaratan Khusus
  1. Tidak sedang menjalani atau terancam hukuman pidana karena melakukan kejahatan
  2. Tidak bertindik atau bekas ditindik telinganya atau anggota badan lainnya bagi peserta pria, kecuali karena ketentuan agama/adat;
  3. Tidak bertato atau bekas tato
  4. Tidak menggunakan kacamata/lensa kontak
  5. Belum pernah menikah/kawin, bagi pendaftar wanita belum pernah hamil/melahirkan
  6. Belum pernah diberhentikan sebagai Praja IPDN dan perguruan tinggi lainnya dengan tidak hormat
  7. Apabila pendaftar dinyatakan lulus dan dikukuhkan sebagai Praja IPDN, maka pendaftar
    a. Sanggup tidak menikah/kawin selama mengikuti pendidikan
    b. Bersedia diangkat menjadi CPNS/PNS dan ditugaskan/ditempatkan di seluruh wilayah Negara Republik Indonesia
    c. Bersedia ditempatkan pada proses pembelajaran di seluruh kampus IPDN
    d. Bersedia mentaati segala peraturan yang berlaku di IPDN; dan
    e. Bersedia diberhentikan sebagai Praja IPDN jika melakukan tindakan kriminal, mengkonsumsi dan/atau menjual belikan narkoba, melakukan perkelahian, pemukulan, pengeroyokan, menyebarkan paham radikalisme dan melakukan tindakan asusila atau penyimpangan seksual (LGBT).
  8. Apabila pendaftar terbukti melakukan pemalsuan identitas/dokumen persyaratan pendaftaran di atas maka pendaftar dinyatakan GUGUR

Berikut link pendaftaran Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) klik disini

3. Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN)

A. Persyaratan Umum
  1. Warga Negara Indonesia (laki-laki/perempuan)
  2. Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
  3. Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945
  4. Berkelakuan baik dan tidak pernah tindak pidana
  5. Berpendidikan minimal SMA/SMK/MA (bukan lulusan paket C) dengan ketentuan:
    a. Lulusan SMA/SMK/MA tahun 2018 dan 2019, nilai rata-rata ijazah minimal 70
    b. Bagi lulusan SMA/SMK/MA tahun 2020, nilai rata-rata rapor semester 1 s/d semester 5 minimal 70
  6. Belum pernah menikah dan bersedia tidak menikah selama masa pendidikan
  7. Belum pernah melahirkan (perempuan) dan belum pernah punya anak biologis (laki-laki)
  8. Tidak bertato dan/atau memiliki bekas tato
  9. Tidak bertindik dan/atau memiliki bekas tindik pada bagian tubuh yang tidak lazim (perempuan)
  10. Tidak bertindik dan/atau  memiliki bekas tindik pada bagian tubuh manapun (laki-laki)
  11. Sehat Jasmani, rohani dan tidak pernah mengalami patah tulang
  12. Apabila berkacamata, maksimal ukuran 1+ (plus) atau – (minus)
  13. Tidak buta warna
  14. Tinggi badan minimal laki-laki 165 cm, perempuan minimal 155 cm, dan berat badan ideal
  15. Usia pada tanggal 31 Desember 2020 serendah-rendahnya 16 tahun dan tidak lebih dari 21 tahun (dibuktikan dengan Akte Kelahiran/Surat Keterangan Lahir)
  16. Mendaptkan persetujuan orang tua atau wali yang dibuktikan dengan surat pernyataan orang tua/wali
  17. Perserta seleksi penerimaan Taruna/i STIN tidak dipungut biaya kecuali biaya mengikuti mengikuti SKD

Berikut link pendaftaran Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) klik disini

4. Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN)

A. Persyaratan Umum
  1. Warga Negara Indonesia (WNI)
  2. Pria/Wanita
  3. Siswa Kelas XII atau lulusan
    a. SMA Jurusan IPA
    b. Madrasah Aliyah Jurusan IPA
    c. SMK Teknik Elektronika Industri
    d. SMK TI Bidang Keahlian Teknologi Informasi dan Komunikasi (Rekayasa Perangkat Lunak, Teknik Komputer dan Jaringan, Sistem Informatika, Jaringan dan Aplikasi, Teknik Jaringan Akses Telekomunikasi
  4. Nilai Matematika dan Bahasa Inggris (Teori/Pengetahuan) masing-masing 80 (Delapan Puluh) pada Semester IV dan V
  5. Usia minimal 17 (tujuh belas) tahun dan tidak melebihi dari 21 (dua puluh satu) tahun pada tanggal 31 Desember 2020
  6. Sehat jasmani dan rohani, tidak buta warna, tidak cacat fisik dan mental, serta tidak memiliki penyakit bawaan dan/ atau menular yang dapat mengganggu proses belajar
  7. Bagi pria tidak bertato/ bekas tato dan tidak bertindik/ bekas tindik telinganya atau anggota badan lainnya, kecuali yang disebabkan ketentuan agama/ adat
  8. Bagi wanita tidak bertato/ bekas tato dan tidak bertindik/ bekas tindik anggota badan selain telinga
  9. Belum menikah dan bersedia tidak menikah selama mengikuti pendidikan di Poltek SSN
  10. Tidak pernah putus studi/ drop out (DO) dari Poltek SSN dan/ atau perguruan tinggi kedinasan kementerian/ lembaga lainnya
  11. Tidak sedang menjalani Ikatan Dinas dengan instansi lain
  12. Bersedia membayar biaya pelaksanaan seleksi SKD BKN sesuai PP Nomor 63 Tahun 2016 sebesar Rp 50.000,- (lima puluh ribu rupiah)

Berikut link pendaftaran Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN) klik disini

5. POLTEKIP/POLTEKIM

A. Persyaratan Umum
  1. Warga Negara Republik Indonesia
  2. Pria/Wanita
  3. Pendidikan SLTA sederajat
  4. Usia dengan ketentuan sebagai berikut:
    – Formasi Umum dan Formasi Putra/Putri Papua/Papua Barat: usia pelamar pada tanggal 1 Juni 2020 serendah-rendahnya 17 tahun dan tidak lebih dari 22 tahun 0 bulan 0 hari (dibuktikan dengan Akta Kelahiran/surat keterangan lahir)
    – Formasi Pegawai dan Formasi Pegawai Putra/Putri Papua/Papua Barat: usia pelamar pada tanggal 1 Juni 2020 tidak lebih dari 25 tahun 0 bulan 0 hari (dibuktikan dengan Akta Kelahiran/surat keterangan lahir)
  5. Tinggi Badan Pria minimal 165 cm, Wanita minimal 158 cm, berat badan seimbang (ideal) berdasarkan hasil pengukuran yang dilaksanakan pada saat verifikasi dokumen asli
  6. Berbadan sehat, tidak cacat fisik dan mental, bebas HIV/AIDS, bebas narkoba, tidak memakai kacamata dan/atau softlens, tidak tuli, dan tidak buta warna
  7. Bagi pria tidak bertato/bekas tato dan tidak ditindik/bekas tindik telinganya atau anggota badan lainnya, kecuali yang disebabkan oleh ketentuan agama/adat dengan disertakan surat keterangan dari ketua adat
  8. Bagi wanita tidak bertato/bekas tato dan tidak ditindik/bekas tindik anggota badan lainnya selain telinga dan tidak bertindik/bekas tindik di telinga lebih dari 1 pasang (telinga kiri dan kanan)
  9. Belum pernah menikah dibuktikan dengan Surat Keterangan dari Lurah/ Kepala Desa dan sanggup tidak menikah selama mengikuti pendidikan
  10. Bersedia ditempatkan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan dan Imigrasi di seluruh Wilayah Indonesia
  11. Tidak pernah putus studi/ drop out (DO) dari POLITEKNIK ILMU PEMASYARAKATAN dan POLITEKNIK IMIGRASI dan atau Akademi/Sekolah Kedinasan Pemerintah lainnya
  12. Membuat dan mengisi formulir pernyataan dan melengkapi surat-surat keterangan lainnya setelah dinyatakan diterima sebagai Calon Taruna/Taruni
  13. Tidak sedang menjalani ikatan dinas/ pekerjaan dengan instansi/ perusahaan lain
  14. Bagi pelamar formasi pegawai/formasi pegawai Putra/Putri Papua/Papua Barat, selain harus memenuhi persyaratan diatas (angka 1 s.d. 13), juga harus memenuhi syarat:
    a. Mendapatkan persetujuan untuk mengikuti pendidikan ikatan dinas dengan pangkat/gol. ruang setinggi-tingginya Pengatur Muda Tk.I/ (II/b) dibuktikan dengan surat pengantar dari Pejabat Pimpinan Tinggi (Pimpinan Unit Eselon I atau Kepala Kantor Wilayah)
    b. Tidak dalam proses pemeriksaan atau sedang menjalani hukuman disiplin tingkat sedang atau berat sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010, dibuktikan dengan surat keterangan bebas dari proses pemeriksaan atau bebas hukuman disiplin dari Pimpinan
    Tinggi Pratama di Lingkungan Wilayah masing-masing
    c. PPKP tahun 2018 dan PPKP tahun 2019 minimal bernilai baik dan seluruh komponen / unsur penilaian PPKP minimal baik serta telah membuat SKP tahun 2020 pada sistem informasi manajemen kepegawaian (SIMPEG)

Berikut link pendaftaran Poltekip/Poltekim klik disini

6. Sekolah Kedinasan Di Bawah Kementerian Perhubungan

  1. Warga Negara Indonesia
  2. Usia maksimal 23 tahun dan minimal 16 tahun pada 1 September 2020,
    khusus untuk:
    – D-II PKB ST”ID minimal 17 tahun
    – D-III LLU minimal 18 tahun
    – D-lV LLU minimal 17 tahun
  3. Persyaratan nilai (bukan hasil pembulatan) Calon Taruna/Taruni Pola
    Pembibitan:
    – Untuk lulusan tahun 2019 dan sebelumnya, memiliki nilai rata-rata
    ujian yang tertulis pad.a ijazah tidak kurang dari 7,0 (skala penilaian 1-
    10) 70,00 (skala penilaian 10-100) / 2,8 (skala penilaian 1-4); atau
    – Untuk Calon lulusan tahun 2020, memiliki nilai rata-rata rapor untuk
    komponen Pengetahuan pada 5 semester (semester gasal dan genap
    untuk kelas X dan XI serta semester gasal kelas XII) tidak kurang dari
    7,0 (skala penilaian 1-10) / 70,00 (skala penilaian 10-100) / 2,8 (skala
    penilaian l-41, dengan ketentuan pada saat pendaftaran ulang yang
    bersangkutan telah dinyatakan lulus dan memiliki nilai rata-rata ujian
    tertulis pada ijazah tidak kurang dari 7,0 (skala penilaian 1-10) /
    70,00(skala penilaian 10-100) / 2,8 (skala penilaian 1-4).
  4. Tinggi badan minimal pria 160 cm dan wanita 155 cm, khusus untuk :
    – Program studi D-III PKP minimal 165 cm;
    – Program studi D-IV Penerbang pria minimal 165 cm dan wanita
    minimal 163 cm
    – Program studi D-III OBU pria minimal 165 cm, dan wanita minimal 160
    cm
  5. Berbadan sehat, tidak cacat fisik dan mental, bebas HIV/AIDS serta
    bebas narkoba
  6. Calon Taruna tidak bertato/bekas tato dan tidak ditindik/bekas tindik
    telinganya atau anggota badan lainnya, kecuali yang disebabkan oleh
    ketentuan agama / adat
  7. Calon Taruni tidak bertato/bekas tato dan tidak ditindik/bekas tindik
    anggota badan lainnya selain telinga dan tidak bertindik/bekas tindik di
    telinga lebih dari 1 pasang (telinga kiri dan kanan)
  8. Ketajaman penglihatan normal dan tidak ada kelainan buta warna baik
    parsial maupun total
  9. Tidak sedang menjalani dan terancam hukuman pidana karena
    melakukan kejahatan
  10. Belum pernah diberhentikan sebagai Taruna/Taruni di lingkungan Badan
  11. Pengembangan SDM Perhubungan dan Perguruan Tinggi lainnya
    dengan tidak hormat
  12. Bersedia menaati segala peraturan pada Pola Pembibitan
  13. Bersedia diberhentikan dengan tidak hormat jika melakukan tindakan
    kriminal antara lain mengkonsumsi dan atau menjual belikan narkoba,
    melakukan tindak kekerasan (perkelahian, pemukulan, pengeroyokan,
    perundungan dll), melakukan tindakan asusila atau penyimpangan
    seksual
  14. Dinyatakan gugur apabila terbukti melakukan pemalsuan identitas /
    dokumen
  15. Bersedia menandatangani Surat Pernyataan Calon Taruna/Taruni
    (bermaterai 6000 Rupiah)
  16. Khusus Program Studi D-III PKP, berjenis kelamin pria
  17. Khusus Calon Taruna/Taruni program studi di STTD, bersedia mengikuti
    pendidikan di kampus yang ditentukan oleh STTD sesuai dengan
    program studi yang dipilih
  18. Memiliki Surat Elektronik / e-mail yang masih aktif

Berikut link pendaftaran di bawah Kementerian Perhubungan klik disini

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.