» » CERITA TENTANG PERJUANGAN MASUK STAN

CERITA TENTANG PERJUANGAN MASUK STAN

Masuk STAN-Saya Lahir di Pontianak tahun 1998. Sekarang udah  18 tahun. Alhamdulillah tahun 2016 setelah melewati serangkaian tes – tes yang penuh perjuangan, kerja keras, dan pastinya doa yang tiada henti, saya bisa lolos dan masuk di kampus idaman banyak orang yaitu PKN STAN

Saya ingin berbagi sedikit pengalaman saya tentang bagaimana saya bisa menjejakkan kaki di kampus PKN STAN, bukan yang di Bintaro sih tapi di Balai Diklat Keuangan Pontianak yang kebetulan kampung halaman saya juga haha.

Awalnya saya benar – benar gak tau apa itu PKN STAN, saya baru tau setelah diberitahu tahu teman saya itupun saat saya sudah kelas 11 semester 2. Setelah itu saya mulai mencari tahu tentang apa sih PKN STAN? Dimana lokasinya ? Apa-apa jurusannya dan lain – lain. Mulai deh saya iseng-iseng searching di mbah google. Hal yang pertama kali menarik perhatian saya setelah beberapa kali membaca artikel tentang stan ya tentu saja hal yang paling dikenal dari stan yaitu kuliahnya gratis dan lulus langsung kerja. Setelah searching – searching lebih banyak ternyata tidak hanya itu yang menarik dari kampus sejuta umat ini, banyak hal lainnya seperti jurusan – jurusannya, mahasiswa & mahasiswinya yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan lain-lain. Setelah itu saya mulai membulatkan tekad saya untuk masuk di PKN STAN ini.

 Mulanya saya hanya berlatih contoh-contoh soal USM PKN STAN dari aplikasi-aplikasi yang ada di internet namun ada beberapa soal yang saya tidak mengerti dan model soalnya yang masih sangat asing bagi saya sehingga saya mulai mencari cari info tentang bimbel-bimbel yang ada di kota saya untuk persiapan menghadapi USM PKN STAN 2016 dan Alhamdulillah ketemu. Saya mulai mengikuti bimbel dari kelas tiga semester dua, memang sih agak bentrok jadwal karena ada ujian nasional yang menjadi momok bagi para pelajar SMA termasuk saya, tapi demi bisa menjadi STANers saya harus bisa memaksimalkan waktu saya.

Tibalah saatnya Ujian Nasional. Perhatian saya terfokus untuk UN dulu, karena 4 hari UN juga sangat menentukan. Alhamdulillah 4 hari Ujian Nasional bisa terlewati. Kami pun larut dalam euforia sementara karena perjuangan tiga tahun telah usai. Seminggu cukuplah untuk sekedar melepas penat sebelum kembali fokus ke USM PKN STAN.

Saya pun mulai lebih meningkatkan belajar saya mulai dari bimbel maupun dirumah. Perhatian saya kembali terfokus ke USM. Ya gak apa apa lahsakit

sakit dahulu, lagi pun cuman sebulan. Jadi sebulan ini perhatian saya terfokus untuk USM

Tibalah saat-saat tes tertulis USM PKN STAN, tahapan pertama sekaligus yang terberat bagi para pejuang STAN, karena tahap ini lah yang paling banyak menggugurkan peserta. Bayangkan saja, tahun 2015 dari 60 ribu lebih peserta, hanya 3 ribu lebih peserta yang lolos (maaf kalau salah). Memang agak serem ngeliatnya, cuman ya wajar sih, untuk mendapatkan sesuatu yang juga banyak diinginkan orang memang pejuangannya pasti berat. Maka dari itu untuk saya yang kemampuannya biasa-biasa aja ini, semua harus ditingkatin pastinya, mulai dari cara belajar hingga waktu untuk belajar menghadapi USM itu sendiri. Seperti yang saya bilang tadi, dimulai dari menambah jadwal bimbel hingga meminta tentor saya untuk menambah jam belajarnya hingga malam, jadi gara-gara saya dan beberapa teman-teman saya, bimbel yang seharusnya tidak ada jam malam jadi ada deh hehe. Untungnya tentor saya setuju.

Singkat cerita, tibalah kami di saat-saat mendekati USM, perasaan saya dan teman-teman saya sangat campur aduk. Optimis sih pasti, tapi disisi lain kami juga agak pesimis, apalagi setalah melihat jumlah pendaftarnya yang mencapai 112 ribu, 112 ribu !  dan yang diterima hanya 3650 peserta. Tapi apa gunanya semua perjuangan yang kita lakukan jika sebelum berperang kita sudah gugur duluan, saya tetap harus optimis !. Ribuan terima kasih saya ucapkan kepada kedua orangtua saya dan juga tentor saya yang terus memberi semangat dan bimbingan yang sangat membantu saya. Akhirnya tibalah saatnya. 15 mei 2016, USM PKN STAN dimulai. Saya tiba pukul 06.30, padahal USM dimulai pukul 08.00 wib. Saya dan teman-teman dan tentor saya berdoa terlebih dahulu agar diberi kelancaran, hingga akhirnya pemberitahuan untuk memasuki ruangan tes pun terdengar.

Saya pun memasuki ruangan ujian, duduk sesuai dengan urutan di bpu atau bukti tanda peserta dan mencoba untuk terlihat tenang walau aslinya tegang banget sampe – sampe hampir seluruh tubuh keringatan. Tapi ya Alhamdulillah setelah beberapa lama dan setelah membaca doa ketegangan itu mulai berkurang. Setelah panitia membagikan soal pun kami para peserta mulai mengerjakan soal USM.

Dan akhirnya tibalah di saat-saat pengumuman, waktu itu tanggal 25 Mei dan diumumin pukul 00.01. Setelah solat tahajud, saya pun mengambil hp dan membuka situs PKN STAN. Dengan tangan yang super gemetaran saya memberanikan diri untuk membuka pengumuman hasil ujian tertulis. Dan Alhamdulillah setelah saya cek nama saya tercantum di nama peserta lulus dari lokasi ujian Pontianak. Senangnya bukan main, saya langsung sujud syukur dan memberi tahu orang tua saya. Mereka juga kaget dan bersyukur banget. Setidak lubang jarum pertama telah saya lewati, eitts tapi perjuangan masih belum selesai. Masih ada dua tes lagi yaitu TKK dan TKD.

Saya pun mulai menyiapkan diri untuk tes kedua yaitu TKK (Tes Kesehatan dan Kebugaran). Saya menggikuti tes di Jakarta karena kebetulan daerah saya Pontianak tidak menyelenggarakan tes kesehatan dan kebugaran tersebut. Ayah dan kakek saya menemani saya untuk mengikuti tes ini. Alhamdulillah tes ini juga berjalan lancar. Pada pemeriksaan pertama yaitu tes kesehatan saya dinyatakan sehat dan boleh mengikuti tes kebugaran yaitu lari 12 menit dan shuttle run. Saya mampu melewati sekitar 5 ¾ putaran, namun untuk shuttle run saya tidak tahu perolehan waktu saya namun saya perkirakan sekitar 15 detik.

Setelah penantian yang mendebarkan, akhirnya tibalah saatnya pengumuman hasil TKK. Ya seperti tes sebelumnya pengumuman hasilnya juga muncul pada tengah malam yaitu jam 00.00. Dan kembali, Alhamdulillah nama saya kembali tercantum dan berhak mengikuti tes selanjutnya dan juga yang terakhir yaitu tes TKD atau TES Kemampuan Dasar.

Tibalah saatnya pelaksanaan tes TKD, Kamis 23 Juni 2016. Saya mengikuti tes ini pada sesi keempat yaitu sesi terakhir sekitar pukul 15.30 wib. Tes pun dimulai. Ruangan tes pun terasa sangat tenang, ya iya sih namanya aja lagi ujian. Saya menyelesaikan tes tepat sebelum waktu berakhir. Karena tes ini sistemnya CAT atau Computer Authorized Test, jadi hasil tes kita akan langsung terpampang pada layar komputer. Agak cemas sih saat akan memencet tombol selesai pada menu, tapi ya banyak-banyak berdoa, Bismillahirrahmanirrahim, saya pun menekan tombol selesai dan Alhamdulillah nilai saya melewat passing grade untuk setiap bagian soalnya. Tapi ya belum sepenuhnya tenang sih karena walau sudah melewati passing grade kita belum tentu lolos USM karena nilai semua tes dari tes tertulis, fisik, maupun TKD akan di akumulasikan.Pengumuman Tes Kompetensi Dasar  agak diundur, yang sebelumnya dijadwalkan tanggal 29 juni jadi 1 juli. Waktu diundur membuat perasaan saya tidak karuan, cemasnya bukan main. Ya Allah kuatkan hambamu ini ya Allah.

Akhirnya tibalah saatnya, hasil tes TKD dan sekaligus nama para peserta yang diterima menjadi mahasiswa – mahasiswi baru diumumkan. setelah membuka pengumumuman, Alhamdulillah nama saya tercantum dan diterima di jurusan D1 Pajak di BDK Pontianak. Terima kasih Ya Allah atas rezeki yang engkau berikan ini. Terima kasih juga kepada kedua orangtua saya, tentor saya, guru-guru di sekolah saya dan juga teman-teman saya yang selalu memberi semangat dan dorongan agar saya tetap optimis.

Inilah cerita tentang perjuangan masuk STAN saya. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.