» » HAL YANG KULALUI DI JALAN MENUJU PKN STAN

HAL YANG KULALUI DI JALAN MENUJU PKN STAN

diterbitkan pada Artikel, Kisah-Kisah Inspiratif | 0

Perjuanganku menuju PKN STAN dimulai dari pengumuman mengenai siapa saja yang berhak untuk mengikuti SNMPTN tahun 2016. Pada saat itu juga aku kurang peduli dengan SNMPTN, karena persaingan kerja yang semakin ketat, menjadikan tujuanku untuk masuk dalam sekolah ikatan dinas semakin kuat. Melihat banyak temanku yang menangis karena belum dapat mengikuti SNMPTN tahun ini, Membuatku berpikir apakah hanya jalan itu yang akan mereka usahakan untuk mencapai impian mereka. Akhirnya kusarankan mereka untuk mendaftar USM PKN STAN karena PKN STAN sendiri sudah terkenal akan kualitas lulusanya yang bekerja di bawah Kementrian Keuangan. Pada saat itu aku belum memiliki minat yang cukup kuat juga untuk masuk menuju PKN STAN, karena aku masih menunggu panggilan Pantukhir pada sekolah kedinasan yang lain.

Setelah satu bulan berlalu dan belum ada juga panggilan maupun pengumuman Pantukhir dari sekolah kedinasan yang aku daftar, aku mulai berpikir untuk membuat cadangan apabila aku tidak lolos dalam Pantukhir, aku mendaftar SBMPTN dan karena sekolah kedinasan yang sudah kudaftar tidak menyalahi aturan tujuh sekolah ikatan dinas yang tidak bisa didaftar bersama maka akhirnya aku mendaftar USM PKN STAN juga.

Beruntunglah aku, karena memiliki pengalaman mengikuti serangakaian tes yang lebih ketat membuatku lebih tenang. Tapi tetap saja untuk masuk PKN STAN tidak menjadi lebih mudah, pengalaman saja tidak cukup karena saingan setiap tahunya mencapai ratusan ribu dan merupakan calon-calon terbaik. Aku sempat berpikir apakah aku bisa masuk ?, aku tidak lebih rajin dari teman-temanku, tertidur di kelas sudah menjadi kebiasaanku di kelas 10, membaca buku 15 menit saja aku sudah tertidur, bagaimana aku bisa bersaing dengan calon-calon terbaik Punggawa Keuangan Negara Indonesia.

Ya... semua hal itu membuatku tersadar, aku ingin berusaha yang  terbaik agar aku bisa masuk menuju PKN STAN, sedikit demi sedikit aku sudah tahan membaca buku dan mau mengerjakan soal, namun hanya sebatas soal yang sedang ingin kukerjakan. Melihat belajarku yang seperti ini, hal yang bisa kupikirkan adalah Tuhan Semesta Alam ini yang bisa meloloskanku. Maka dari itu aku makin rajin ibadah,berdoa,sedekah,membantu orang dan benar manfaatnya sungguh terasa.

Pada hari pertama Ujian Saringan Masuk PKN STAN berlangsung yaitu TPA, aku merasa lancar mengerjakan soal-soal tersebut, mungkin inilah berkah dari Allah SWT dan dengan sedikit pengalaman, soal kuselesaikan dengan lancar. Dan alhamdulillah pada hari pengumuman aku lolos, dan selang berapa hari aku melanjutkan tes kesehatan, pada hari itu aku kurang sehat, batuk dan pilek adalah penyakit favoritku, namun alhamdulillah penyakitku tidak memunculkan diri saat aku di periksa, sehingga aku mengira penyakitku sudah sembuh dan semangatku membara untuk mengikuti tes lari.

Giliranku untuk berlari,putaran pertama semangat membara, putaran kedua kaki tak kenal lelah, putaran ketiga nafas melemah, putaran keempat perut meronta, putaran kelima kaki lemas tak terasa menginjak tanah, putaran keenam hampir pingsan, dan pada akhirnya aku tidak bisa menembus tujuh putaran. Menuju ke tes shuttle run , aku memaksaan diri dan pada akhirnya alhamdulillah cukup baik waktu yang kutempuh.

 Setelah semua kegiatan dengan panasnya cuaca hari itu membuatku segera ingin pulang ke rumah kakakku, kakakku tinggal cukup dekat dengan BDK untuk tes dengan jarak sekitar 5 km. Sesampai dirumah kakakku badanku panas dan pusing. Parasetamol pun tidak terasa efeknya, dehidrasi dan panasnya cuaca penyebabnya, apalagi aku jarang berolahraga lagi semenjak datang ke tempat kakakku karena disana kurang fasilitas untuk berolahraga.

Setelah hari itu akan ada tes SBMPTN, aku pertama kali belajar soal SBMPTN hanyalah pada malam sebelum tes berlangsung, mengikuti bimbel pun tidak, dan melihat soal-soal SBMPTN tahun sebelumnya yang tingkat kesulitanya tinggi akhirnya kututup lagi soal-soal tersebut dan tidur dengan nyenyak. Pada saat tes berlangsung feeling, insting, dan intuisiku bermain. Bermodal sedikit rumus dasar yang masih kuingat kukerjakan soal-soal tersebut dengan senyuman lebar. Melihat peserta sebelah yang menggaruk rambutnya berkali-kali karena kesulitan mengerjakan soal menambah lebar pada senyumku.

Hari dimana tes SBMPTN berlangsung akhirnya usai. Aku keluar dengan wajah ceria mengetahui bahwa soalnya memang sulit dan kemampuan feeling, insting dan intuisiku tak mampu menjangkaunya, dan hanya soal TPA yang dapat kukerjakan. Aku pun langsung pulang ke rumah kakakku dan meyakinkan kakakku bahwa soal SBMPTN memang benar-benar sulit.

Pada hari pengumuman tes kesehatan, alhamdulillah aku dan teman-temanku lolos, aku pun langsung menyiapkan materi TKD, menurutku ini tes yang lebih mendebarkan dan lebih sulit dari TPA, juga atmosfir dari tes ini berbeda. Pengalamanku pada TKD pada sekolah kedinasan yang lain benar-benar membuatku sangat waspada pada soal-soal TKD. Dimana aku sudah belajar,menulis rangkuman yang sudah hampir satu buku, dan pada hari dimana tes berlangsung tak satupun soal keluar, Doa-doaku kukeluarkan semua 10 menit sebelum mengakhiri Test Kompetensi Dasar tersebut, dan alhamdulillah saya berhasil menembus batas lulus, dan berhak mengikuti tes selanjutnya pada seleksi masuk sekolah kedinasan tersebut.

Hari-hari sebelum tes dilaksanakan benar-benar kupersiapkan dengan matang,mencari soal-soal TKD terbaru,dan kebetulan temanku memiliki persediaan soal TKD yang cukup banyak, dan karena aku orangnya cukup malas untuk pergi ke rumah temanku yang jaraknya jauh, sehingga aku membujuk temanku untuk datang kerumahku. Dengan cuaca yang sejuk dan nyaman kita mampu belajar selama 20 menit dan istirahat selama beberapa jam.

 Dan hari dimana tes TKD berlangsung, aku berangkat pagi, kebetulan aku bertemu dengan temanku, dia bertanya padaku apakah aku cukup belajar, sambil melihat peserta lain masih membaca buku-buku TKD mereka, aku hanya menggeleng dan menjawab “aku cukup berdoa tadi malam”. Dan benar saat tes berlangsung soal yang keluar hanya sepuluh persen dari total yang kupelajari,lagi-lagi aku mengandalkan doa dan sedikit pengalamanku pada tes sebelumnya yang kebetulan soalnya banyak yang sama dan sekali lagi aku diberi kemudahan sehingga aku bisa lolos tes TKD dengan skor yang cukup baik.

Dengan cukup puas kuberi kabar seluruh anggota keluargaku bahwa aku lolos TKD dan hanya tinggal menunggu pengumuman pada tanggal 29 Juni, dan pada hari pengumuman adalah hari yang mendebarkan, aku sangat bersemangat, sehingga pada pukul 8 malam aku mengajak temanku untuk begadang menunggu pengumuman, dan seperti biasa setengah jam kemudian aku tertidur. Pagi harinya aku terbangun dengan puluhan chat dari temanku, dia bilang bahwa pengumuman diundur, dan beruntunglah aku sekali lagi.

 Dan hari berikutnya hasil SBMPTN diumumkan, grup chat kelas ramai dengan ucapan selamat dan ucapan ketabahan, aku hanya ikut-ikutan mengucapkan selamat, entah kenapa aku bisa tidak mengingat bahwa aku juga mengikuti tes SBMPTN, mungkin karena euforia dari tes USM PKN STAN, tidak berharap banyak aku membuka website SBMPTN, dan aku kaget bahwa ternyata aku diterima di IPB jurusan Biologi. Senang mengetahui hal tersebut.

Pada tanggal 1 Juli dimana tepatnya pengumuman keluar, sekali lagi semua menunggu, dan seperti biasa aku tertidur. Pukul dua pagi aku terbangun, melihat beberapa orang memberi ucapan selamat padaku membuatku bingung, akhirnya aku cek pengumuman, sebelum melihat punyaku aku melihat teman-temanku terlebih dahulu, dan dengan wajah sinis sambil tersenyum melihat hasil temanku yang mendapat tempat di manado,balikpapan dan tempat jauh lain. Akhirnya sampai pada hasilku yang kubaca Pontianak dan aku langsung kembali tidur. Pagi harinya aku bangun dan mengecek lagi dan ternyata memang aku mendapat tempat pendidikan di Pontianak. Dan kuberi kabar pada keluargaku. Bahagia keluargaku mendengarnya, mereka memang berharap bahwa aku lebih baik masuk menuju PKN STAN dari pada masuk sekolah kedinasan yang sudah kudaftar karena banyak resiko dan tanggung jawab yang harus ditanggung, selama menunggu pengumuman dari sekolah kedinasan tersebut, aku berdoa supaya diberikan yang terbaik oleh Allah SWT.

 Pada tanggal 12 Juli diumumkan peserta yang lolos untuk mengikuti Pantukhir melalui SMS dari sekolah kedinasan yang aku daftar sebelum PKN STAN, sayangnya nomor HP-ku hangus dan tidak bisa mengetahui hasilnya, setelah seluruh perjuanganku dengan berlatih selama setengah tahun untuk sekolah kedinasan tersebut, namun hal baiknya adalah aku lebih siap bahkan dipersiapkan untuk USM PKN STAN, mungkin inilah hal terbaik yang diberikan Allah SWT terhadapku.

Dalam setiap usaha yang dilakukan apabila mendapat hasil yang tidak diharapakan belum tentu tidak lebih baik dari yang kita harapkan, segala sesuatu sudah ada yang menentukan dan apa yang ditentukan kepada kita adalah hal terbaik untuk kita, jadi bersyukurlah dalam segala situasi yang diberikan kepada kita karena itu adalah pilihan terbaik untuk kita.

Leave a Reply