» » Kebanyakan Peserta CPNS 2018 Gagal di Tes Karakteristik Pribadi

Kebanyakan Peserta CPNS 2018 Gagal di Tes Karakteristik Pribadi

diterbitkan pada Artikel, Berita Terbaru | 0

Sebanyak 97% dari total 4.436.694 dinyatakan tidak memenuri pasing grade. Kebanyakan dari mereka gagal di TKP atau Tes Karakteristik Pribadi. Padahal tes jenis ini sering dianggap sepele karena dianggap paling mudah jika dibanding dengan Tes Wawasan Kebangsaan atau TWK serta Tes Intelejensia Umum atau TIU. Tahun ini pemerintah harus berpikir keras pasalnya dari 238.015 formasi yang tersedia, baru 3% saja yang memenuhi syarat. Belum lagi jika mereka nanti gagal di SKB atau Seleksi Kompetensi Bidang. Ada dua opsi yang dimiliki pemerintah, yang pertama menurunkan passing grade agar formasi terisi dan yang kedua adalah membiarkan formasi kosong. Yang jelas pemerintah tidak akan mengulan Seleksi Kompetensi Dasar dikarenakan kebutuhan biaya yang sangat besar apabila tes tersebut diulang. Dalam soal SKD CPNS 2018, soal TKP ada sebanyak 35 soal dimulai dari nomor 65 - 100. Pelamar CPNS 2018 mesti mendapat nilai minimal 143. Apabila mendapat nilai kurang dari 143, maka peserta CPNS 2018 langsung dianggap gugur. Dianggap gugur artinya mereka tak dapat lagi memiliki kesempatan untuk mengikuti pemeringkatan nilai total SKD bagi formasi umum.

Pemeringkatan nilai total SKD hanya berhak diikuti bagi mereka yang lolos dari nilai minimal passing grade di seluruh jenis soal, baik itu TKP, TWK, dan TIU. Pemeringkatan nilai total SKD akan dilakukan apabila di suatu formasi jabatan terdapat kelebihan jumlah peserta yang lolos passing grade ketimbang jumlah peserta minimal untuk mengikuti seleksi kompetensi bidang (SKB) atau tes berikutnya. Jumlah peserta minimal untuk mengikuti seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah 3 kali dari jumlah yang akan diterima nantinya. Sehingga apabila jumlah yang akan diterima hanya satu dalam sebuah formasi jabatan, maka yang boleh lolos dari SKD dan mengikuti SKB hanyalah 3 peserta. Saat jumlah peserta yang lolos passing grade lebih dari 3 itulah maka akan dilakukan pemeringkatan berdasarkan nilai total tertinggi. Tapi bagi mereka yang memiliki nilai tinggi namun salah satu jenis tesnya (TKP, TWK, atau TIU) tak lolos passing grade, maka mereka tak berhak untuk mengikuti pemeringkatan nilai tersebut. Akibat sulitnya soal TKP SKD CPNS 2018, berbagai peristiwa telah terjadi baik di Medsos maupun di instansi yang membuka lowongan CPNS 2018. Di Kabupaten Sumba Barat, kepala kepegawaiannya sampai berkirim surat lantaran hanya ada 8 orang yang lulus SKD. Begitu juga di beberapa daerah lainnya, kepala daerahnya terpaksa bersurat ke BKN akibat banyaknya peserta yang gugur sehingga tak dapat memenuhi kuota penerimaan CPNS 2018. Di media sosial, para peserta yang gugur SKD CPNS 2018 akibat nilai TKPnya tak melebihi passing grade pun melakukan usaha. Banyaknya peserta tak lulus di tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), karena tingginya nilai ambang batas (passing grade) tes CPNS 2018 akhirnya mendorong munculnya petisi di situs www.change.org yang ditandatangani 14 ribu akun. Dikutip dari Tribunkaltim.co, seruan untuk menggalang petisi ini disuarakan pertama kali oleh akun twitter @yudhadab di akun twitter resmi Badan Kepegawaian Negara (BKN) @BKNgoid, Rabu (7/11/2018). Dalam petisi tersebut, juga dicantumkan hasil SKD di beberapa instansi di beberapa daerah. Pantauan Tribunbatam.id hingga Kamis (8/11/2018) jam 16.21 WIB petisi ini sudah ditandatangani lebih dari 14.297 orang.

Lalu sebenarnya adakah trik jitu menembus passing grade TKP SKD CPNS 2018? Beberapa pelamar CPNS 2018 yang mampu menembus passing grade TKP SKD CPNS 2018 mengaku bahwa waktu memang sangat mepet untuk membaca seluruh soal TKP yang uraiannya panjang. Ya, soal TKP SKD CPNS 2018 memang merupakan jenis soal yang panjang dengan jawaban yang terlihat nyaris seluruhnya berpoin 5, serta uraian pilihan jawaban pun panjang. Salah satu peserta SKD CPNS 2018 yang berhasil merain nilai 146 untuk TKP mengaku sebenarnya sampai 10 menit sebelum waktu mengerjakan selesai, dirinya masih belum menyelesaikan sekitar 20 soal TKP. Tapi akibat waktu yang mepet itu pula dia akhirnya mendapatkan sedikit trik untuk mengerjakan TKP. Rupanya membaca soal TKP hanya perlu sepintas saja, lalu berikutnya lekas memilih jawaban yang paling baik. Bahkan di beberapa soal TKP, dia tak lagi membaca soalnya, tetapi langsung memilih jawabannya. Setidaknya peserta SKD yang tengah mengerjakan TKP harus menganulir dulu beberapa jawaban yang kelihatannya berpoin paling rendah. Setelah itu baru menyisakan 2 atau 3 pilihan jawaban yang kira-kira berpoin paling tinggi. Berikutnya peserta tinggal memilih yang dirasa paling baik dari 2 atau 3 pilihan jawaban tersebut. Sehingga setidaknya pilihan jawaban yang terpilih akan memiliki poin antara 3 sampai 5. Ya, mudah-mudahan trik ini dapat digunakan peserta pelamar CPNS 2018 ketika waktu sudah benar-benar mepet. Apalagi bagi mereka yang memilih mengerjakan TKP setelah menyelesaikan soal TIU dan TWK. Ingatlah bahwa trik ini sebaiknya digunakan saat anda peserta CPNS 2018 benar-benar mengalami masalah mepetnya waktu saat mengerjakan soal TKP. Jika anda masih memiliki waktu yang leluasa, sebaiknya kerjakanlah seperti biasa, yakni baca soal secara jelas baru pilih jawabannya. Selain itu disarankan pula agar peserta menyapu habis soal TWK tanpa mengosonginya atau berpikir mengerjakannya belakangan. Sebab ketika soal TWK tak bisa dijawab, walaupun dikosongi untuk dikerjakan di akhir pun, pasti nantinya tetap sulit menjawabnya. Sehingga daripada menyisakan beban sambil mengerjakan soal TIU dan TKP, sebaiknya selesaikan saja dulu soal TWK agar tak menjadi beban dan membuat pikiran terbagi.

Artikel ini telah tayang di banjarmasinpost.co.id dengan judul Begini Cara Tembus Passing Grade TKP SKD CPNS 2018, Tak Perlu Membaca Soal, Sukses dan Silakan Coba!, http://banjarmasin.tribunnews.com/2018/11/09/bagini-cara-tembus-passing-grade-tkp-skd-cpns-2018-tak-perlu-membaca-soal-sukses-dan-silakan-coba?page=3.
Editor: Didik Trio

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.