Home » Artikel » Kuliah di PTN atau STAN ? enak yang mana ?

Kuliah di PTN atau STAN ? enak yang mana ?

Kuliah di PTN atau STAN ya enaknya

Kuliah di PTN atau STAN ? itulah pertanyaan yang membuat saya bingung setelah naik ke kelas tiga. Lalu apa bedanya ? dan apa keuntungannya kalau kuliah di PTN atau STAN ? Semuanya memiliki keuntungan masing-masing, untuk lebih jelasnya silahkan baca artikel dibawah ini.

Sekolah Tinggi Akuntansi Negara memang dapat dikatakan paling akhir dalam menyelenggarakan Ujian Saringan Masuk. Biasanya Ujian Saringan Masuk dilaksanakan antara Akhir Juni hingga Akhir Juli. Bahkan pernah di tahun 2012 Pelaksanaan Ujian Saringan Masuk STAN tidak diadakan, ini terkadang yang membuat kita dilema antara kuliah di PTN atau STAN, karena belum tentu USM STAN buka setiap tahunnya, sehingga tidak dapat kita jadikan pegangan, selain itu USM STAN lebih cenderung dilaksanakan setelah Tes SBMPTN.

Jika pelaksanaan USM STAN buka, maka akan membuat peserta USM STAN yang sebagian besar merupakan fresh graduate dari Sekolah Menengah Atas memiliki kemungkinan diterima di PTN sekaligus STAN. STAN setiap tahun memiliki input terbaik se-Indonesia. Bahkan banyak di antara mereka yang merupakan mantan mahasiswa kedokteran UI,Sriwijaya, Unair ataupun Anak Teknik ITB. Jurusan-jurusan lain yang prestise seperti Hukum UGM, Akuntansi UI, maupun PTN-PTN terkemuka lainnya yang rela melepas status sebagai mahasiswa PTN demi STAN.

Benar saja persaingan di dunia kerja yang sangat ketat ditambah beban kerja di dunia swasta yang begitu keras membuat para orang tua murid. Biaya kuliah mahal, belum buku, belum untuk bayar kosan, belum untuk makan, belum untuk bensin, belum untuk jalan-jalan dan lain sebagainya membuat para orang tua berpikir dua kali untuk mengabaikan kesempatan emas kuliah gratis di STAN.

Lalu lantas apakah hanya karena biaya kuliah yang gratis saja yang membuat para orang tua murid lebih memilih menguliahkan anaknya di STAN? Biaya gratis dan iming-iming ikatan dinas tidak serta-merta menjadi alasan orang tua, mereka lebih melihat fakta bahwa tidak sebandingnya antara penghasilan yang didapat oleh pegawai swasta dibanding dengan beban kerja yang ada. Seperti yang kita ketahui bahwa sangat banyak perusahaan-perusahaan yang menggaji karyawannya dengan UMR atau Upah Minimum Regional yang merupakan standar gaji terkecil bagi para pegawai. UMR merupakan regulasi pemerintah untuk melindungi para pegawai dari eksploitasi. Memang tidak semua perusahaan menggaji karyawannya dengan upah yang kecil, namun apabila kita mengarahkan anak-anak kita ke sektor pemerintah mungkin resiko tersebut bisa hilang.

Dari segi murid lulusan SMA sendiri, pilihan lebih berfariasi. Banyak diantara mereka yang memang sejak awal ingin masuk STAN dikarenakan kuliahnya yang singkat dan langsung kerja. Jadi tidak muluk-muluk dan repot. Namun begitu tak sedikit diantara mereka yang lebih memilih kuliah di PTN karena sesuai dengan minat mereka. Ada yang bercita-cita menjadi dokter ya ambil kedokteran, yang bercita-cita menjadi Jaksa ya masuk Hukum.

Semuanya tergantung pilihan kita. Semua ada plus minusnya. Beberapa hal yang perlu disadari oleh orang tua yaitu jangan memaksakan kehendak kepada anak yang dapat menyebabkan demotivasi bagi sang anak. Hal yang tak kalah penting juga bagi seorang anak adalah berbakti kepada kedua orang tua dengan menghargai segala keputusan yang diambil oleh orang tua karena tak mungkin bagi orang tua untuk menjerumuskan anaknya. Apabila ada keputusan-keputusan yang harus diambil oleh orang tua kita terkait pilihan kuliah maka semua itu pasti demi kebaikan kita juga.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.