» » Mahasiswa Kampus Stan di Pontianak

Mahasiswa Kampus Stan di Pontianak

Menyandang predikat sebagai mahasiswa Kampus STAN di Pontianak bukanlah perkara mudah. Perjalananku untuk sampai di titik ini cukup panjang. Dengan awal perjuangan lulus SMA yang cukup pahit dan sempat patah semangat, semua terbayar dengan pencapaian yang cukup memuaskan. Tepat 4 hari sebelum menempuh Ujian Nasional, orang paling penting dalam hidupku, orang yang menjadi inspirasi dan semangat hidupku, yaitu ibuku, menghembuskan nafas terakhirnya. Terpukul, putus asa, dan tanpa semangat hidup. Itulah yang aku rasakan saat itu, tanpa tahu tujuan hidupku selanjutnya. Karena dari kecil, beliau lah orang yang paling berpengaruh dalam hidupku dan yang membimbingku apapun situasinya. Namun aku sadar, semua manusia yang pernah hidup, pastinya akan merasakan kematian, merasakan hal yang sama.

Kampus STAN di PONTIANAK

Dengan keadaan kurang termotivasi, aku menjalani Ujian Nasional. Saat itu tidak pernah terpikir sedikitpun aku akan menjadi mahasiswa Kampus Stan di Pontianak. Selama 6 hari mengerjakan soal-soal yang sama dengan siswa lain se-Indonesia dengan seadanya dan pasrah. Doa dan dukungan dari anggota keluarga lain lah yang masih menggerakkan jiwaku untuk terus berusaha semaksimal mungkin dalam Ujian Nasional dan perjuangan masuk pendidikan jenjang selanjutnya. Amanah dari almarhumah ibuku juga menggugah semangatku untuk melakukan yang terbaik, beliau ingin aku menjadi manusia yang berguna untuk orang lain dan dapat menjadi kebanggaan bagi keluarga.

Alhasil, meskipun nilai Ujian Nasional kurang memuaskan, aku menerimanya dengan lapang dada. Karena aku sadar bahwa aku telah melakukan yang terbaik dan melakukan tanpa kecurangan sedikitpun. Nilai akhirku cukup rendah dibandingkan teman-temanku, karena sekolahku merupakan sekolah favorit di kabupaten yang aku tinggali. Dan mungkin memang karena doaku dan keluargaku, aku bersyukur akan satu hal, yaitu karena nilai Ujian Nasional bukanlah termasuk syarat dalam Ujian Saringan Masuk (USM) PKN STAN.

Sekilas mengenai USM PKN STAN, tahun ini USM PKN STAN diadakan dalam 3 (tiga) tahap : tes tertulis, tes kesehatan dan kebugaran, serta tes kompetensi dasar (TKD).

Tes pertama adalah tes tertulis. Memang, inilah tes yang paling sulit. Akupun sempat minder dengan keadaan saat itu. Peserta yang ikut dalam tes tahap pertama ini sangat banyak. 120 ribu lebih pendaftar yang unjuk kemampuan mereka dalam tes yang terdiri dari tes potensi akademik (TPA) dan tes bahasa inggris (TBI) ini. Dalam kalangan masyarakat dan siswa SMA, PKN STAN memang kampus impian dan berusaha mati-matian untuk lolos.

Aku mempersiapkan tes ini selama sekitar 2 bulan, dengan rutin setiap hari mengerjakan paling tidak 5-10 soal USM. Oh iya, perlu diketahui bahwa di kabupaten Klaten, ada organda mahasiswa PKN STAN bernama PUSAKA. PUSAKA-lah yang menyediakanku buku contoh soal-soal USM PKN STAN dengan menjualnya pada siswa-siswa SMA se-Klaten saat mereka melakukan briefing. Ya, briefing ke SMA-SMA di Klaten merupakan salah satu agenda rutin PUSAKA untuk mengenalkan PKN STAN dan meningkatkan jumlah siswa Klaten yang dapat lolos menjadi mahasiswa PKN STAN.

Dalam tes tahap pertama ini, aku mendapat lokasi tes di Yogyakarta, tepatnya di Politeknik API, Jl. Babarsari, Yogyakarta. Cukup minder dengan keadaan saat itu, dikarenakan banyaknya peserta tes saat itu. Bahkan banyak bertemu dengan teman lama. Dalam tes kali ini, dibagi lagi dalam dua tahap seperti yang aku katakan tadi, tes potensi akademik dan tes bahasa inggris. Tes potensi akademik berjumlah 120 soal dengan waktu 100 menit. Namun perlu diingat dalam tes ini, setiap soal yang dijawab benar akan bernilai 4 dan soal yang dijawab salah bernilai -1. Menambah rasa cemas memang, namun aku yakin kalua aku sudah persiapkan dengan sungguh-sungguh dan apapun hasilnya, akan aku terima.

Dan Alhamdulillah, dengan bekal doa sepenuh hati dan doa dari keluarga, aku lolos pada tes tahap pertama ini. Kali inilah aku merasa semua usaha ku terbayar, karena aku sadar, tes tertulis inilah yang paling susah untuk dikerjakan, karena begitu banyak pesaing dari seluruh Indonesia. Aku tak akan pernah melupakan kebahagiaan saat itu. Setelah sekitar 2 minggu berharap cemas, aku sangat bahagia dengan kelulusanku pada tahap ini. Dari sekitar 120 ribu peserta, hanya 7 ribu lebih peserta yang lolos. Namun aku sadar, euforia sebentar saja, karena perjuanganku untuk belajar di kampus impian belum berakhir. Masih ada 2 tahap lagi yang harus aku persiapkan.

Memasuki hari-hari sebelum tes tahap kedua, yaitu tes kesehatan dan kebugaran, aku mempersiapkan dengan penuh semangat. Karena aku yakin, almarhumah ibu yang berada di tempat yang lebih baik pun pasti akan bangga jika aku lolos. Itulah motivasi terbesarku, itulah yang mengembalikan semangatku.

Tes tahap ini terdiri dari cek kesehatan dan tes kebugaran. Aku siapkan jauh-jauh hari, terutama tes kebugaran yang merupakan momok bagi para peserta tes tahap ini. Pagi dan sore aku selalu menyempatkan diri untuk jogging dan melakukan shuttle run di stadion dekat tempat tinggalku. Yang menambah semangat adalah banyaknya teman-temanku dari SMA yang juga lolos tahap pertama. Jadi kami bisa mempersiapkan bersama dan lebih seru. Tak lupa, doa selalu kupanjatkan sesudah beribadah untuk memantapkan posisiku mendapatkan kursi di kampus PKN STAN. Karena usaha saja tak akan berarti banyak jika tidak dibarengi dengan doa sungguh-sungguh kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Dan tibalah waktunya untuk tes kedua ini. Aku perkirakan jarak waktu dari pengumuman kelulusan tes tahap pertama dengan tes tahap kedua sekitar satu minggu.

Hari itu tidak terlalu panas, karena aku mendapat kloter kedua untuk tes kebugaran pada hari itu. Tes kebugaran yang dijalani yaitu lari selama 12 menit mengelilingi lapangan dengan keliling 300 meter serta melakukan shuttle run pada sepasang tiang sebanyak 3 kali. Dan syukur Alhamdulullah, aku dapat menempuh sekitar hampir 7 putaran dalam lari 12 menit. Untuk shuttle run, aku tidak mengetahui hasilnya karena memang panitia bekerja dengan professional sehingga susah untuk mengintip hasil yang aku dapat. Sementara untuk tes kesehatan, aku tidak begitu takut karena memang sangat jarang bagi peserta untuk gugur dalam tes kesehatan.

Dan tak henti-hentinya aku mengucap syukur karena aku juga lolos dalam tes tahap kedua ini. Dari 7 ribu lebih peserta, hanya sekitar kurang dari seribu peserta yang gugur dalam tes tahap kedua ini.

Dalam mempersiapkan tes tahap ketiga, yaitu tes kompetensi dasar (TKD), aku belajar soal-soal tes untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). TKD ini terdiri dari 3 bagian, tes wawasan kebangsaan, tes intelejensi umum, dan tes karakteristik pribadi yang mana semua itu dalam satu paket soal dengan menggunakan computer.

Sesaat sekitar satu jam sebelum tes, aku sempat minder dengan hasil teman-temanku yang lain yang sudah menjalani TKD karena nilai mereka tinggi-tinggi. Namun aku yakin bahwa aku sudah mempersiapkan dengan sungguh-sungguh dan semaksimal mungkin. Dan Alhamdulillah aku mendapat skor 388 dalam TKD ini yang merupakan nilai yang cukup tinggi. Sampai di sini masih belum terpikir akan menjadi mahasiswa Kampus Stan di Pontianak.

Menjadi Mahasiswa Kampus STAN di Pontianak

Inilah saat-saat yang mendebarkan dalam hidupku, karena akan menentukan masa depanku, yaitu saat menunggu pengumuman tes terakhir. Namun hari-hari aku isi dengan doa dan syukur karena sudah sampai sejauh ini. Doa dari keluarga besarku juga sangat berarti untukku.

Pengumuman kelulusan waktu itu sempat diundur, karena suatu hal yang aku sendiri tidak tahu. Namun Alhamdulillah, aku lolos dan mendapatkan impianku selama SMA untuk menjadi mahasiswa PKN STAN. Semua usaha dan doaku terjawab sudah, bahkan aku sempat menangis, menangis karena sedih mengingat ibu tidak ada disini untuk berbangga padaku. Mengingat bahwa ibu sudah di tempat yang lebih baik dan belum sempat melihatku sukses serta ikut menikmati kesuksesanku yang beliau perjuangkan untukku.

Dan tanpa aku duga, aku mendapatkan prodi D1 Pajak dan lokasi pendidikanku akan bertempat di Kampus STAN di Pontianak. Aku sempat kaget karena akan menjadi mahasiswa mahasiswa Kampus Stan di Pontianak, namun aku tetap bersyukur. Karena aku yakin ini memang yang terbaik untukku, meskipun jauh dari keluarga. Aku yakin Tuhan ingin aku belajar mandiri.

Setelah semua persiapan dan syarat-syarat untuk daftar ulang selesai aku kumpulkan, tanggal 23 Juli lalu aku telah tiba di Kampus STAN di Pontianak, tepatnya di Kabupaten Kubu Raya. Kebetulan aku punya banyak teman-teman klub motor di Pontianak untuk mengkondisikanku sementara aku melakukan penyesuaian disini. Kampus Stan di Pontianak cukup ramai dengan hiruk pikuknya dan panasnya, karena dilalui garis khatulistiwa.

Aku akan melanjutkan perjuanganku disini, menjadi mahasiswa mahasiswa Kampus Stan di Pontianak, di tanah rantau dengan diriku yang semoga lebih mandiri dan berguna bagi orang lain. Tak lupa, sujud syukur tetap aku panjatkan selalu pada Tuhan yang telah membimbingku sampai sejauh ini.

**

Cek di Instagram @bimbelbebas karena Banyak banget info terbaru dan tips n trik tentang PKN STAN loh! Tersedia juga program bimbel lengkap dan terjangkau. Go follow @bimbelbebas sekarang juga!

https://www.instagram.com/bimbelbebas/

Buat kamu yang BELUM gabung di grup pejuang STAN, yuk join di sini :

https://bimbelbebas.com/join/

Kamu bisa saling berbagi informasi dengan teman seperjuanganmu dari berbagai daerah. Juga ada informasi seputar STAN dan link tryout yang akan diberikan setiap minggunya. Jangan sampai ketinggalan ya 🙂

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.