» » MENGARUNGI SAMUDRA MIMPI DI SEKOLAH BEASISWA PKN STAN

MENGARUNGI SAMUDRA MIMPI DI SEKOLAH BEASISWA PKN STAN

diterbitkan pada Artikel, Kisah-Kisah Inspiratif | 0

Saya adalah mahasiswa baru di PKN STAN, sekolah beasiswa yang saya idam idamkan semenjak saya berada di bangku kuli ah. Saya berasal dari Kabanjahe, Sumatera Utara .Perjuangan saya untuk masuk ke kampus PKN STAN bisa dikatakan sangat sulit dan berat karena banyak hal yang membuat saya bimbang pada saat menghadapi seleksi masuk sekolah beasiswa PKN STAN. Sebelumnya pada saat tamat SMA di tahun 2015 saya tertarik ikut seleksi ujian saringan masuk PKN STAN karena katanya lulusan PKN STAN masa depannya terjamin. Tetapi, pada saat itu saya diterima lolos SBMPTN di UGM dan saya terlanjur senang sehingga tidak lagi terpikir untuk ikut ujian saringan masuk PKN STAN. Akhirnya saya memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di UGM saat itu meskipun saya lolos pada pilihan ketiga yang dimana itu bukan di fakultas yang saya idamkan. Saya memilih jurusan tersebut pada pilihan ketiga karena saya sangat ingin kuliah di UGM.

Saya menjalani kuliah awalnya dengan penuh kebahagiaan, tetapi pada semakin lama saya merasakan bahwa saya semakin tidak cocok dengan jurusan tersebut. Akhirnya pada saya mencoba untuk mulai memikirkan masa depan saya, karena saya rasa tidak bisa terus menerus seperti ini. Mulai sejak itu saya sangat ingin untuk ikut sekolah beasiswa di PKN STAN karena saya merasa cocok dengan perkuliahan disana. Saya merasa cocok pada bidang perekonomian karena saya juga lumayan senang belajar ekonomi dibanding biologi. Saya konsultasikan pada orang tua saya tentang apa yang saya alami dan orang tua saya mendukung apa yang saya inginkan.

Mulai semester dua saya mengikuti bimbingan belajar untuk masuk ke sekolah beasiswa PKN STAN. Saya membagi perkuliahan dengan bimbingan, pagi sampai siang saya berangkat kuliah dan sore sampai malam saya bimbingan untuk masuk sekolah beasiswa PKN STAN. Saya selalu berdoa pada tuhan agar menunjukkan jalan yang terbaik bagi masa depan saya, karena saya yakin tuhan akan memberikan jalan yang terbaik bagi saya. Tetapi, pada saat bimbingan semangat saya mulai mengendur akibat soal soal bahasa Inggris yang saya lihat sangat sulit. Saya pesimis sangat pesimis saat itu bisa lolos ujian saringan masuk PKN STAN. Meskipun begitu, saya selalu meminta kepada tuhan agar memberikan hasil terbaik bagi saya.

Saya mulai semakin serius untuk belajar karena saya yakin belajar dan berdoa adalah kunci utama agar dapat lolos ujian saringan masuk PKN STAN. Pikiran saya saat itu hanya tertuju pada sekolah beasiswa PKN STAN, setiap saat saya menjadi galau apabila membayangkan soal soal ujian saringan masuk PKN STAN. Saya selalu meminta pada orang tua agar mendoakan saya agar saya dapat lolos dan kuliah di sekolah beasiswa PKN STAN, doa adalah senjata utama bagi saya untuk menghadapi ujian saringan masuk PKN STAN.

Hari demi hari berlalu, akhirnya saat yang paling saya takutkan sudah tiba, yaitu ujian tahap pertama ujian saringan masuk PKN STAN. Pada saat ujian, saya meminta kepada tuhan agar apa yang saya lakukan selama ini kelak akan berbuah manis bagi saya. Ujian pertama adalah matematika, setelah soal dibagikan saya mengerjakan soal matematika dengan serius dan saya merasa yakin saya bisa mengerjakannya. Saya sangat semangat mengerjakan soalnya dan berusaha meraih poin setinggi-tingginya pada ujian matematika karena saya lemah pada pelajaran bahasa inggris. Ujian matematika dapat saya hadapi dengan cukup memuaskan bagi saya.

Ujian kedua adalah bahasa Inggris, ujian yang paling saya takuti pada saat ujian saringan masuk PKN STAN. Soal dibagikan oleh pengawas, saya sangat gugup untuk mengerjakan soal bahasa Inggris. Saya berdoa kepada tuhan, apapun hasil yang saya terima saya tetap bersyukur karena tuhan sudah merencanakan yang terbaik bagi masa depanku. Pada saat membuka soal saya mulai agak sedih karena soal yang saya terima sangat sulit bagiku. Saya mengerjakan soal bahasa Inggris semampu saya, tetapi saya mengisi semua lembar jawaban bahasa Inggris dengan harapan bisa melewati nilai mati. Selesai ujian saya berdoa kepada tuhan agar apa yang saya kerjakan pada ujian tulis dapat memberikan hasil yang baik.

Saya cukup kecewa dengan ujian saya saat itu. Saya menyayangkan soal bahasa Inggris yang sangat sulit bagi saya. Doa adalah satu satunya cara bagi saya untuk menenangkan diri saya dari ketakutan yang saya alami. Setiap hari saya berdoa kepada tuhan agar saya bisa masuk PKN STAN dan membahagiakan orang tua saya. Saat menunggu pengumuman saya sudah mulai berlatih untuk tes tahap kedua ujian saringan masuk PKN STAN.

Hari pertama latihan lari saya hanya bisa 1 kali keliling lapangan sepak bola karena sudah sangat letih. Saya sangat kecewa karena fisik saya melemah karena sudah jarang berolahraga dan badan saya semakin gemuk. Padahal dulu waktu SMA kondisi fisik saya cukup bagus karena sering berolahraga. Saya tidak menyerah, saya berdoa kepada tuhan agar diberikan hasil lebih baik pada latihan berikutnya.

Waktu berlalu begitu cepat, tiba saatnya pengumuman hasil ujian tahap pertama PKN STAN. Sehari sebelum pengumuman saya sangat gelisah menunggunya. Pengumuman ujian tahap pertama dijadwalkan pukul 00.00 saat itu, tetapi karena saya takut maka saya putuskan untuk tidur dan melihat pengumuman di pagi hari. Sebelum tidur saya berdoa kepada tuhan agar apa yang saya kerjakan selama ini tidak menjadi sia sia dan dapat lulus ujian tahap pertama PKN STAN.

Saat tidur saya sangat cemas dengan hasil ujian tahap pertama. Setelah pagi, saya bangun dan segera mengecek handphone saya untuk melihat pengumuman, tetapi isi percakapan di handphone saya adalah ucapan selamat dari teman teman saya. Saya pun sangat bahagia meskipun belum melihat pengumumannya. Saya dengan cepat langsung melihat pengumuman dan melihat nama saya lulus ujian tahap pertama PKN STAN. Saya langsung mengucap syukur kepada tuhan karena tuhan mengizinkan saya untuk mengikuti ujian tahap selanjutnya.

Saya semakin semangat berlatih lari dan mengalami peningkatan pada latihan-latihan berikutnya. Latihan hari terakhir saya sangat senang karena saya bisa mencapai target saya untuk ujian tahap kedua PKN STAN. Saya semakin percaya diri untuk ujian tahap kedua.

Hari untuk ujian tahap kedua sudah tiba, saya pun bergegas ke BDK jam 06.00 karena takut mendapat urutan lari pada siang hari. Tetapi, sesampainya disana saya mendapat urutan lari siang hari. Pada saat ujian, sangat terik sekali mataharinya dan membuat saya kondisi fisik saya kurang prima saat lari. Saat berlari saya merasa kecepatan saya berkurang dibanding latihan karena teriknya matahari, tetapi saya mencoba lebih cepat agar mendapat hasil yang lebih baik. Ujian pun berakhir dan saya sedikit kecewa karena hasil pada saat latihan saya lebih baik daripada hasil ujian.

Saat pengumuman hasil ujian saya cukup tenang menunggunya sampai jam 00.00. Saya membuka hasil ujian dan saya melihat nama saya berhak mengikuti tes tahap selanjutnya. Saya langsung mengucap syukur kepada tuhan. Keesokan harinya saya langsung mempersiapkan diri untuk mengikuti tes tahap selanjutnya yaitu TKD. Saya belajar melalui materi TKD CPNS saya cari dari internet. Saya sampai lebih mementingkan ujian saringan masuk PKN STAN daripada kuliah saya karena sudah mencapai perjuangan terakhir saya untuk dapat masuk ke PKN STAN. Setiap hari saya membaca dan berlatih soal soal TKD CPNS. Tidak lupa saya terus berdoa kepada tuhan agar diberikan hasil yang terbaik.

Hari untuk tes telah tiba, saya berangkat ke lokasi tes satu jam sebelum tes dimulai. Sebelum tes ada pengarahan tentang ujian TKD. Setelah itu tiba saatnya ujian TKD, sebelum ujian saya berdoa dan mengucap syukur kepada tuhan. Ujian TKD menggunakan komputer untuk mengerjakannya. Soal demi soal saya kerjakan dengan penuh perhitungan dan juga keragu raguan. Setelah selesai ujian, nilai hasil tes saya langsung keluar dan saya sangat senang karena nilai saya melampaui nilai rata rata nasional.

Setelah semua rangkaian tes telah usai, saya hanya bisa berdoa agar diberikan hasil yang terbaik oleh tuhan. Saya berharap harap cemas menanti pengumuman hasil ujian. Setiap hari saya tidak bisa tenang dan sangat panik menanti hasil ujian saya. Hari untuk pengumuman telah tiba dan saya tidak bisa tenang saat itu, saya menunggunya sampai jam 12 malam karena hasil tes sebelumnya diumumkan jam 12 malam. Saya menunggu terus dengan panik tetapi pengumumannya tidak kunjung keluar. Saya menunggu hingga pukul 03.00 tetapi pengumumannya tidak kunjung keluar. Akhirnya saya memutuskan untuk tidur saja.

Pagi hari saya bangun dan langsung melihat pengumuman hasil ujian. Tetapi tidak kunjung keluar juga, dan ada pengumuman tentang pengunduran jadwal pengumuman ujian sampai tanggal 1 Juli 2016. Saya merasa sedikit lega karena masih bisa menambah doa agar diberikan yang terbaik oleh Tuhan. Setiap hari saya tidak bisa tenang menunggu pengumuman ujian saringan masuk PKN STAN. Saya tidak bersemangat keluar rumah saat itu karena selalu memikirkan pengumuman hasil ujian. Setiap malam saya sangat sulit tidur karena pengumuman hasil ujian saya.

Pada saat tanggal 1 juli saya melihat pengumuman dan saya dinyatakan diterima di D1 pajak PKN STAN dengan lokasi pendidikan di pontianak. Saya saat itu ragu ragu karena saya akan menjalani pendidikan di pontianak, karena saya tidak punya sanak saudara di pontianak saya jadi bingung dulu memilh PKN STAN. Saya mempertimbangkan secara matang-matang apa yang akan saya pilih saat itu. Akhirnya saya lebih memilih PKN STAN meskipun itu hanya D1 dan pendidikan di Pontianak karena saya merasa masa depan di sekolah beasiswa PKN STAN lebih cerah. Itulah kisah perjuangan saya untuk masuk ke sekolah beasiswa PKN STAN.

Leave a Reply