» » Menuju Politeknik Keuangan Negara STAN Pontianak

Menuju Politeknik Keuangan Negara STAN Pontianak

MENUJU STAN PONTIANAK

STAN Pontianak pada awalnya saya tidak pernah mendengar sekolah tinggi dengan susunan alfabet itu. Karena semasa SMA sebelum kelas 3,rata-rata disekolah saya ingin melanjutkan ke Universitas,terutama Universitas yang dekat dengan sekolah saya. Seperti UI,ITB,IPB,UPNVJ,dan UNPAD. Aku sekolah di SMA CAKRA BUANA salah satu sekolah non pemerintah di Kota Depok yang terletak di provinsi Jawa Barat. Diujung semester dua kelas 2 SMA wawasan saya akan perkuliahanpun sedikit demi sedikit terbuka. Mulai dari mengenal jurusan jurusan yang alangkah sangat beranekaragam. Saya mulai mengenal fakultas favorit di setiap Universitas saat diujung semester itu. Dan juga ditambah dengan sekolah tinggi seperti AKPOL DAN AKMIL, Kalo STAN?? Apatuh.. saya masih tetap belum mengetahuinya. Naik kelas wawasan saya pun makin bertambah. Makin banyak fakultas dan Universitas yang saya ketahui. Dan sayapun tertarik dengan jurusan PWK ,setelah menelusuri artikel tentang jurusan itu. Saya pada dasarnya berminat untuk mengambil PWK di ITB dan Brawijaya.

Namun Nenek saya tidak memberikan izin karna masalah jarak dan biaya. Semenjak SD kelas 4 saya mulai ikut dengan nenek  di Depok. Yang sebelumnya saya SD di Balikpapan Kalimantan Timur bersama ibu. Disekolah saya mengikuti lintas minat ekonomi karena saya anak IPA. Dan dilintas minat itulah saya medengar sebuah perguruan tinggi yang bernama STAN. Bukan dari guru saya mendengar Perguruan tinggi ini, melainkan seorang teman lintas minat saya yang berkeinginan untuk dapat masuk ke perguruan tinggi ini. Sayapun penasaran apasih itu STAN karena dia salah satu anak yang tekun dalam belajar dan sangat tertarik dengan STAN Pontianak. Setelah saya mendengar dari teman  bahwa sekolah itu gratis dan langsung kerja, sayapun sedikit tertarik dan ingin mencari artikel lebih lanjut tentang STAN Pontianak tersebut. Selepas pulang sekolah saya dirumah browsing tentang Apa itu sekolah STAN saya menuliskanya seperti itu di google, karena saya memang buta apa itu STAN Pontianak?.

Karena Internet serba tahu jadi saya dengan mudah mendapatkan informasi apa itu STAN Pontianak. Ternyata STAN merupakan Sekolah tinggi dibawah kementrian keuangan yang akan meluluskan calon calon pns yang bekerja di departement kementrian keuangan. Dan mungkin yang membaca ini lebih tau banyak dari saya apa itu STAN. Pada tahun 2015 STAN berganti nama dengan PKN STAN yang berkepanjanan Politeknik Keuangan Negara STAN. Dengan bergantinya nama itu lulusan PKN STAN Pontianak menjadi lebih fleksibel dalam penempatan kerja. Setelah saya tau banyak tentang PKN STAN saya masih belum tertarik dengan yang namannya PKN STAN, Walaupun saya telah mengubur keinginan saya untuk kuliah PWK, karena izin orang tua.

Disaat saya browser tentang PKN STAN Pontianaksaya dapat info Tentang STIS. Dan saya lebih tertarik dengan STIS dari pada PKN STAN karena pelajaran statistiknya. Pada saat pendaftaran STIS tiba saya langsung mendaftar perguruan tinggi tersebut. Beberapa minggu kedapan PKN STAN Pontianak pun membuka pendaftaran juga. Sayapun pada saat itu dengat niat iseng saja ikut daftar PKN STAN. Ternyata pada saat itu telah keluar surat pemerintah, untuk mengatur bahwa setiap 1 no NIK hanya dapat mendaftar 1 perguruan tinggi saja. Tetapi saya tetap bisa mendaftar PKN STAN Pontianak karena saya mendaftar STIS lebih awal sebelum surat itu keluar. Dan keikut sertaan ujian di STIS saya tidak dianggap gugur.

Sebuah keuntungan tersendiri untuk saya, bisa mengikuti dua ujian masuk sekolah tinggi tersebut. Jadi bisa saling backup membackup. Pendaftaran SNMPTN pun juga di buka, dan saya mendaftar di UI dan IPB karena dekat rumah, dan hanya dekat rumah itulah yang diizinkan orang tua. Karena sekolah saya SMA swasta jadi saya pasrah aja dengan hasil SNMPTN. Disekolah tinggi ada syarat yang membuat saya cemas,yaitu Buta Warna. Karena kalau mau warnain sesuatu pasti tanya temen ini warna apa krayonnya. sayapun cari di internet Tes Buta Warna, dengan melihat pola pola yang macam macam. Dan benar saja, teman saya bisa baca namun saya tidak bisa membaca pola pada gambar. Keinginan saya untuk kuliah di sekolah tinggipun hampir buyar. Karena syarat masuk STIS tidak boleh buta warna. Sayapun melihat syarat pendaftaran PKN STAN dengan lebih teliti. Ternyata hanya Bea Cukai yang tidak boleh buta warna, yaa.. jadi kesempatan masih ada rupannya.

Ujian STIS tahap pertama saya ikuti,kalupun lulus tahap pertama tahap selanjutnya mungkin tidak. Di ujian STIS saya banyak belajar bagaimana waktu menjadi masalah saat mengerjakan soal, karena jumlah soal dan waktu tidak sebanding. Saat menjelang pelaksanaan ujian PKN STAN saya lebih berusaha maksimal untuk mendapatkan sekolah disini, karena sudah tidak yakin untuk mendapat STIS dan SNMPTN. Di hari pelaksanaan ujian PKN STAN saya berbohong kepada orang tua, terutama nenek saya. Karena saya bilang naik kereta, tetapi saya naik motor bareng teman smp saya. Berbekal pengalaman ujian di STIS karena masalah waktu. Sayapun mengerjakannya dengan cara saya sendiri.

Pengumuman STIS lebih awal dan saya tidak lolos sleksi pertama, perasaan saya biasa saja karna sudah siap hal itu terjadi. Lalu disusul pengumuman PKN STAN dan saya Lulus seleksi pertama. Rasanya senang bukan mainlah.Teman teman yang saya kenal ikut mendaftar PKN STAN mereka tidak berhasil melewati Tes tertulis tahap pertama. Pengumuman SNMPTN saya tidak mendapatkan hasil yang bagus. Saya mendaftar SBMPTN. Mempersiapkan fisik untuk Tes tahap dua PKN STAN Pontianak yaitu Tes Kesehatan dan Tes Kebugaran. Saya fokus sama tes larinya karena gak sering lari sebelumnya. Setiap pagi saya lari keliling UI, karena itu tempat paling deket untuk lari dan jalan pagi yang enak.

Pada tahap dua ini lokasi terasa sangat jauh, karena di daerah rawamagun yang super macet ke arah sanannya. Karena tidak tau lokasi aku bersama teman SMA ku survey lokasi ke rawamangun, yang bertempat di pusdiklat Bea dan Cukai. Bertepatan hari jumat kami sempat merasakan sholat jumat disana lalu mampir mencari salah satu mall di jakarta namun tidak ketemu. Akhirnya kami nyasar dan pulang ajalah. Esok harinya saya di temani teman saya yang bareng saat Tes tahap pertama PKN STAN. Pada tahap pertama sayangnya rezeki teman saya belum dapat di PKN STAN. Kami berangkat dari rumah sekitar pukul 05.30 WIB naik motor dari depok ke rawamangun. Jalanan masih terasa sepi. Akhirnya kami sampai sekitar jam 07.30 WIB, ternyata sudah ramai orang dan saya mendapat antrian sekitar 200an.Saya akhirnya mendapatkan giliran untuk Test kesehatan. Dan semuanya berjalan lancar sehingga saya di perkenankan untuk lari.

Tetapi setelah test kesehatan tersebut, saya seperti lebih mengetahui diri saya sendiri bahwa saya benar benar buta warna parsial green. Untungnya itu tidak masalah,hanya saya tidak di izinkan Bea dan Cukai. Saya lari mendapat giliran siang sekitar jam 02.30 WIB karena di potong istirahat sholat zuhur dan menunggu cuaca sedikit lebih bersahabat. Akhirnya setelah makan dengan teman karena istirahat yang cukup lama saya mendapatkan giliran lari pertama tepat 02.30 WIB. Saya sebelum lari sudah merasa lelah karena menunggu lama. Akhirnya pada saat lari selesai saya mendapat hampir 5 putaran dan itu cukup buat saya. Walaupun itu kurang maksimal. Dan saya langsung pulang dan kejebak macetnya Ibukota. Esok Harinya saya ikut SIMAK UI dan sambil masih ngantuk mengerjakannya.

SBMPTNpun Keluar hasil dan saya tidak lulus seleksi. Begitu juga dengan SIMAK UI saya tidak lulus. Nenek saya marah sekali karena apa apa ngga ada yang lulus. Sampai hasil STAN keluar saya sedikit tenang karena saya harus mengikuti Test tahap ketiga yaitu TKD. Walaupun nenek saya tetap memarahi saya dan sudah gak berharap banyak lagi dengan saya, untuk mendapatkan PTN. Dengan berbekal mencari soal dan materi di internet saya belajar.

Mendapat Gelombang 2 TKD membuat saya bisa belajar terlebih dahulu di Kantin PKN STAN Bintaro. Setelah masuk dan mengerjakan soal sedikit menyesal karena Nilai TKD yang langsung keluar tidak begitu memuaskan. Tetapi disaat hasil pengumuman tiba yang sempat diundur 2 hari itu rasanya terasa lega,dan juga bingung. Karena saya mendapat d1 pajak Pontianak. Nenek ku dengat sangat tidak membolehkan ku mengambil PKN STAN ini,tetapi aku mendapat dukungan dari ibu dan guru serta teman untuk meyakinkan nenek ku untuk mengambil kuliah di BDK PKN STAN Pontianak. Namun itu semua bagian dari perjuanganku untuk mendapatkan dan menjadi bagian PKN STAN 2016 terutama di BDK PKN STAN PONTIANAK. Yang tadinya saya sama sekali tidak berpikiran untuk mendaftar di PKN STAN. Ya tapi itulah garis tanganku.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.