» » Menyambut Hari Esok Dengan Sekolah Ikatan Dinas Yang Gratis

Menyambut Hari Esok Dengan Sekolah Ikatan Dinas Yang Gratis

MENGENAL SEKOLAH IKATAN DINAS YANG GRATIS

Saya berasal dari salah satu kabupaten di Jawa Tengah yaitu Purbalingga. Di kota itu saya menghabiskan banyak waktu untuk menempuh sekolah dari jenjang SD sampai SMA hingga akhirnya dapat menempuh pendidikan di sebuah pulau yang sebelumnya sangat asing untuk saya, yaitu Pulau Kalimantan. Tidak pernah terbayang dan terfikir perjalanan saya yang akan singgah di Pulau Borneo ini. Kehidupan ini memang penuh misteri, cukup untuk di jalankan karna tidak bisa didiktekan.

Perjalanan memasuki gerbang PKN STAN berawal dari kabar pembukaan penerimaan mahasiswa baru PKN STAN yang akan segera dibuka. Kabar tersebut memberikan sebuah aroma tersendiri di dalam kalbu yang memang sudah tak bisa bersabar lagi mendaftarkan diri mengikuti seleksi PKN STAN. Sembari menunggu pembukaan resmi Penerimaan PKN STAN, saya sedikit untuk mempersiapkan mata pelajaran yang memang akan diujikan di dalam seleksi PKN STAN. Disela-sela persiapan tak lupa juga saya banyak bertanya kepada kakak kelas sewaktu SMA, yang memang sudah bisa lolos di PKN STAN.

Pertanyaan yang saya ajukan berkisar mengenai kiat-kiat serta rahasia apa saja tentang bagaimana cara untuk bisa menembus masuk PKN STAN. Hari ini datang juga hari dimana PKN STAN mengumumkan secara resmi mengenai penerimaan bakal calon mahasiswa baru. Langsung saya buka Laptop dan saya cari halaman web resmi dari PKN STAN. Saya siapkan berkas-berkas yang dibutuhkan dalam seleksi ini, saya isi semua blank cont yang ada dengan seksama dan sangat berhati-hati. Selengkung senyum tergambar di raut wajah setelah dinyatakan pendaftaran online tersebut berhasil, selanjutnya dipersilahkan untuk mempersiapkan diri dengan kompetensi-kompetensi yang akan di ujikan dalam seleksi masuk PKN STAN.

Kebetulan pada saat sebelum pendaftaran PKN STAN saya sudah melakukan bimbingan Bahasa inggris, untuk memperdalam dan memperlancar bahasa inggris saya. Di bimbingan tersebut saya bertemu teman bernama aksan, gofur, dan arif. Mereka adalah teman saya ketika mengikuti bimbel bahasa inggris tersebut selama kurang lebih 6 bulan terakhir. Dari sanalah tercetus ide untuk mengikuti bimbingan PKN STAN yang lebih profesional dan mendalam. Tentang ide bimbingan tersebut saya sampaikan kepada teman saya tersebut, ternyata salah satu dari mereka ada yang tertarik dengan tawaran menarik dari saya ini. Dia bernama Gofur, setelah berdiskusi saya dan ghofur memutuskan untuk mengikuti bimbingan PKN STAN oleh satu lembaga swasta yang berada di kota Jogja. Bimbingan tersebut kami pilih karna ada kakak kelas yang lolos PKN STAN dan mengikuti bimbingan di tempat tersebut. Setelah melakukan pendaftaran PKN STAN secara online dan semua berkas-berkas yang harus di isikan telah selesai.

Saya dan Ghofur berangkat bersama ke kota Jogja untuk mengikuti bimbingan tersebut. Kami berangkat bersama menaiki kereta api Joglokerto yang berangkat jam 06.00 pagi dari purwokerto. Di Jogja saya menuju rumah sahabat karib saya yaitu Rendy, sembari menghilangkan rasa lelah dan persiapan sebelum memasuki bimbingan tersebut. Kami menginap semalam di rumah Rendi, dan keesokan harinya berangkat kelokasi bimbingan tersebut. Di karenakan hari selanutnya Rendy ada kuliah, jadi Rendi tidak bisa mengantarkan saya menuju lokasi. Saya dan gofur memutuskan untuk menaiki becak dari Rumah Rendy menuju lokasi bimbingan. Kami berdua dengan barang bawaan untuk satu bulan menaiki satu becak berdua. Sampailah di lokasi bimbingan tersebut, di sana kami dikumpulkan dengan ratusan siswa lainnya. Saya dan Ghofur mendapatkan penginapan di sebuah mess yang bernama mess Joglo.

Di tempat itu saya menginap bersama 30 siswa lainnya dalam satu rumah dan satu kamar mandi. Kami mendapatkan bimbingan selama 2 jam sehari kurang lebih dalam jangka waktu 3 minggu sebelum USM PKN STAN. Saya mendapatkan jam malam sama seperti dengan gofur. Dalam bimbingan tersebut kami diberi soal-soal tentang PKN STAN. Dengan metode pembelajaran pemberian soal kemudian pembahasan yang di terapkan di sana membuat saya lebih mudah memahami materi USM PKN STAN.

Singkat cerita tibalah hari dimana USM PKN STAN akan dilaksanakan pada keesokan harinya. Saat itu saya sedikit pesimis untuk bisa masuk PKN STAN karna sehari sebelum USM saya mengalami sakit panas di Mess Joglo. Badan saya panas kepala pusing, terasa sangat tidak enak tubuh saya. Saat itu juga saya tidak bisa tidur, semua rasa bercampur aduk menjadi satu. Tibalah saat tes tertulis USM PKN STAN, dengan tubuh yang kurang fit dan sedikit ngantuk karna kurang tidur. Di pagi hari saya mandi, sarapan kemudian bersegera berangkat ke lokasi tes bersama teman saya bernama Arif. Di salah satu kampus swasta di Jogja yaitu Sanatadharma saya mengikuti seleksi USM PKN STAN.

Saya sampai di lokasi tes sekitar jam 7 pagi, dan kami di persilahkan memasuki ruangan sekitar pukul 07.30. Bel tanda memulai untuk mengerjakan pun di bunyikan, kami diberi 120 soal TPA dengan waktu 100 menit dan 60 soal TBI dengan waktu 50 menit. Selesai mengerjakan soal tersebut saya merasa kurang begitu yakin dengan hasil yang akan di dapat, karna memang pada saat itu suasana tubuh dan pikiran saya sedang tidak terlalu begitu kondusif. Kemudian setelah itu saya langsung pulang ke rumah Rendi untuk mengembalikan sepeda motor yang telah saya pinjam untuk mengikuti sleksi masuk USM PKN STAN. Tanpa pikir panjang dalam kondisi yang kurang fit dan pikiran pesimis saya memutuskan untuk segera pulang dari Jogja pada hari itu juga.

Setelah menunggu beberapa minggu setelah melaksanakan tes tertulis USM PKN STAN, akhirnya hari yang di tunggu-tunggu pun datang juga yaitu hari Pengumuman. Hari itu suasana berubah menjadi sangat tenang, yang biasanya shalat agak sedikit telat dan berjalan dengan cepat, pada hari itu semua berubah menjadi lebih tenang dan damai. Tak henti-henti doa saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar diberikan yang terbaik untuk diri saya. Dari sore hari sudah saya lihat terus web resmi dari PKN STAN untuk memastikan apakah pengumuman sudah di munculkan atau belum. Jantung berdebar kencang tak seperti biasa, karna memang saat itu saya belum di terima di universitas manapun.

Sampi larut malam saya tunggu-tunggu dan tak kunjung muncul juga. Dengan rasa tak percaya menahan senang saat membuka pengumuman USM PKN STAN, karna saat itu saya dinyatakan lolos USM tahap 1. Meskipun demikian tetapi dalam hati saya masih merasa was-was karna ada 2 tahap USM lagi yang belum saya lalui. Pada saat itu juga diumumkan tentang jadwal dan lokasi tes kesehatan beserta kebugaran. Keesokan harinya aku juga mendapatkan kabar gembira karna Ghofur teman seperjuanganku juga mampu lolos tahap pertama USM PKN STAN tersebut.

Seperti biasa aku mengikuti tes tahap 2 yaitu kesehatan dan kebugaran di Jogja. Aku berangkat dari Purbalingga bersama teman yang bernama alif yang kebetulan kita mendapat hari yang sama dalam tes tersebut. Saya dan alif berangkat menggunakan travel menuju Jogja, perjalanan kurang lebih ditempuh sekitar 5 jam. Seperti biasa sebelum ke lokasi tes saya bersinggah dulu ke rumah Rendi untuk bermalam menghilangkan lelah setelah lama dalam perjalanan. Keesokan harinya karna lokasi tes berjauhan dengan rumah Rendi saya memutuskan untuk pindah ke kos Faiz teman saya yang berada di dekat lokasi tempat seleksi tahap 2. Dari rumah Rendy saya dan alif naik bus menuju ke kosan Faiz. Di sana saya bermalam satu malam. Keesokan harinya dengan suhu yang masih sangat dingin saya melakukan mandi pagi sekitar jam 05.30 wib.

Saat itu air terasa sangat dingin, tetapi tak apa pikir saya. Karna saat itu saya berharap mendapatkan nomer lari di pagi hari, agar udara masih sejuk dan dingin. Stelah semuaanya lengkap sekitar jam 05.30 saya beraangkat ke lokasi tes. Ternyata sesampainya di lokasi tes sangatlah berbeda dengan apa yang saya bayaangkan sebelumnya. Hampir sebagian dari lokasi tes sudah terpenuhi oleh siswa-siswa yang hendak melaksanakan tes tahap ke 2. Tapi tanpa mengurangi rasa percaya diri, saya tetap semangat dan optimis. Saya mendapat nomer antrian 106, hati tidak terlalu gelisah pikir saya. Saat itu saya mendapat panggilan sekitar jam 08.30 pagi untuk melakukan tes kesehatan. Kemudian sekitar jam 09.00 saya mendapat giliran untuk lari. Saat itu saya mampu berlari sejauh 6,5 putaran lapangan. Hati cukup was-was karna saya hanya mampu berlari sesuai standart rata-rata.

Datanglah pengumuman tes tahap 2 tersebut, dan saya dinyatakan lolos kembali. Saya sangat bersyukur dan tetap mempersiapan untuk tahap selanjutnya yaitu tes TKD. Tes TKD memang benar-benar begitu asing untuk diri saya sendiri khususnya. Saya belajar dengan buku soal-soal TKD mengenai materi-materi sebelum pelaksanaan TKD dimulai. Tiba saat pelaksanaan tes TKD awalnya saya merasa gerogi karna memang ini pengalaman yang jaraang saya lalui. Tapi tes TKD tersebut berjalan dengan lanjar meskipun nilai yang saya dapatkan tidak sesuai apa yang saya harapkan.

Pengumuman terakhir ini merupakan penngumuman yang sangat-sangat mendebarkan dan menegangkan. Karna memang kedua orang tua sudah banyak berharap kepada saya untuk dapat lolos di USM PKN STAN. Pengumuman ini juga sangat unik karna dilakukan pengunduran hari, setelah saya tunggu-tunggu seharian penuh. Tapi tanpa pernah saya bayangkan dan saya duga Alhamdulillah saya lolos di USM PKN STAN, saya kabarkan kepada kedua orang tua, mereka turut berbahagia. Dan akhirnya saya di terima di D1 Pajak BDK Pontianak.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.