» » SELAGI ADA JALAN PASTI ADA KEMENANGAN

SELAGI ADA JALAN PASTI ADA KEMENANGAN

Saya berasal dari Kota Semarang dan lahir pada tanggal 27 november 1997. Saya lulusan dari SMA Negeri 2 Semarang. Pada kesempatan kali ini saya akan bercerita sedikit tentang bagaimana pengalaman saya dalam mengikuti seleksi penerimaan sekolah ikatan dinas PKN STAN tahun 2016 hingga bisa diterima sampai saat ini.

Penerimaan Sekolah Ikatan DInas

Kebetulan di SMA aku mendapatkan nilai rapor yang lumayan bagus. Aku yakin semua itu bukan cuma karena usahaku, tapi mungkin karena faktor “hoki” atau “bejo” (beruntung). Jadi cukup mudah bagiku untuk lolos dalam seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) yang menggunakan sistem nilai rapor. Aku lolos jurusan teknik sipil disalah satu PTN favorit di Semarang. Sebenarnya bukan karena kehendakku sendiri, melainkan karena orang tua yang menginginkanku mengikuti jejak saudari sepupuku yang telah menjadi karyawan di salah satu perusahaan milik jerman. Jadi mungkin setelah lulus dari sana aku bisa segera “ditarik” kerja di perusahaannya.

Tapi apa itu semua sudah sesuai keinginanku? Apa itu semua sesuai dengan kehendakku? Apakah hanya paksaan orang tua? Bagaimana dengan cita citaku? banyak pertanyaan yang berlalu lalai dipikiranku. Ah mungkin itu semua sudah tidak penting, yang penting aku bisa bekerja mapan.

Tapi sesuatu dalam diriku menginginkan perubahan. Aku ingin punya cita cita lagi. Tidak hanya mengikuti jejak sepupuku. Tidak hanya paksaan dari orang tuaku. Aku ingin menentukan masa depanku sendiri. Lagipula ini masa depanku, bukan orang tuaku, juga bukan sepupuku.

Mulai Mencari Info Penerimaan Sekolah Ikatan Dinas

Aku mulai mencari berbagai info mengenai perkuliahan. Aku tidak ingin hanya mengandalkan hasil SNMPTN. Hingga akhirnya sekolahku mengadakan sosialisasi mengenai pendidikan lanjutan setelah SMA. Salah satunya adalah penerimaan sekolah ikatan dinas, aku mulai tertarik dengan konsepnya. Tidak hanya aku, banyak juga teman teman dari SMA yang juga tertarik.

Awalnya aku bingung untuk menentukan sekolah mana yang harus aku ikuti seleksinya, karena maksimal hanya satu pilihan yang bisa diambil dari penerimaan sekolah ikatan dinas yang tersedia. Karena banyak dari teman sekelasku yang mendaftarkan diri di PKN STAN aku pun juga memutuskan untuk mengikuti teman temanku. Ya, aku mendaftarkan diri di penerimaan sekolah ikatan dinas untuk PKN STAN

Pada tanggal 19 april 2016 aku berangkat ke Gedung Keuangan Negara bersama kawan kawanku untuk melakukan verifikasi. Tak ku duga banyak sekali yang mendaftarkan diri di penerimaan sekolah ikatan dinas untuk PKN STAN, 100.000 lebih! Padahal yang diterima hanya sekitar 4000 lebih. Tak ku kira akan sebanyak ini, harapanku untuk lolos seleksi usai sudah.

Akhirnya tes tertulis tahap pertama dimulai pada tanggal 15 mei 2016. Aku tidak sempat belajar apa apa sebelum ujian dimulai, aku bahkan tidak tahu apa saja yang akan diujikan nanti. Karena sudah pesimis dengan jumlah peserta yang sangat banyak ditambah seleksi yang semakin rumit. Tes Potensi Akademik (TPA) dan Bahasa Inggris akhirnya kukerjakan dengan modal asal asalan. Namun penguman tes tertulis tanggal 25 mei mengubah segalanya.

Tidakkah bisa dipercaya? Aku lolos! Sepertinya keberuntungan berpihak besar padaku. Semangatku untuk lulus penerimaan sekolah ikatan dinas PKN STAN mulai menyala membara lagi. Aku sudah tidak sabar menanti tes kesehatan dan kebugaran pada tanggal 2 juni 2016 nanti. Aku harus menyiapkan diri terlebih dahulu

Aku mulai jogging dengan kawan kawanku yang lolos seleksi pertama. Kami berlari di stadion tri lomba juang Semarang. Aku yang sangat jarang berolah raga, aku yang benci berolah raga harus dipaksa untuk tahan berlari. Bayangkan saja setelah dua kali putaran (800m) tubuhku terasa berat dan tak mampu melanjutkan, padahal setidaknya untuk lolos tes kebugaran harus mampu berlari empat kali putaran (1600m). Aku butuh banyak berlatih untuk lolos pada seleksi tersebut. Beberapa cara pun kucoba dari menemukan ritme lariku, mengonsumsi air gula jawa, hingga memakan pisang dalam jumlah banyak untuk menambah energi.

Akhirnya setelah seminggu penuh berlatih, hari yang ditunggu tiba. Tes diawali dengan medical check up sederhana yaitu tes buta warna,pengukuran tinggi, berat, dan sebagainya. Setelah dinyatakan sehat aku segera menuju ke lapangan untuk melalui tes kebugaran. Kami diberi waktu 12 menit untuk berlari setidaknya empat kali putaran (1600m).

Saat lari dimulai, aku optimis untuk berlari setidaknya tiga putaran. Namun saat putaran kedua perutku mulai terasa sakit, mungkin ini karena aku terlalu banyak mengonsumsi pisang sebelum berlari. Bukan energi yang bertambah namun rasa sakit yang datang. Tapi rasa sakit tidak menghentikanku untuk terus berlari. Ayo! 12 menit ini menentukan nasibmu lho! hanya kalimat itu yang ada dipikiranku saat berlari. Akhirnya setelah 12 menit berlalu peluit panjang mengakhiri tes. Tak disangka ternyata aku sudah berlari sejauh lima putaran(2000m), keajaiban itu benar benar ada ya.

Setelah usai berlari selama 12 menit, tes kebugaran dilanjutkan dengan shuttle run, yaitu berlari membentuk angka delapan (8) dengan waktu yang telah ditentukan. Peserta berlari sprint secepat mungkin sejauh tiga kali lintasan angka delapan (8) waktu yang diperlukan setidaknya kurang dari 20 detik.

Bayangkan saja setelah kecapaian berlari selama 12 menit lamanya segera dilanjutkan dengan shuttle run, betapa capainya, badan pun terasa berat. Aku mengorek sisa sisa tenaga yang ada untuk melakukan sprint. Untunglah aku berhasil dengan waktu 19 detik. Sangat beruntung bukan? Mengingat aku yang tidak suka berolah raga, aku juga tidak bisa berlari kencang

 Pengumuman tes kesehatan dan kebugaran telah muncul. Dan hasilnya aku lolos lagi! Tidak sia sia perjuanganku berlatih selama berhari hari. Aku merasa sangat puas dengan latihan yang telah aku lakukan bersama kawan kawanku. Berkat bantuan dan ajakan mereka untuk selalu berlatih, aku dapat melewati tahap ini. Terima kasih kawan!

Tapi perjuangan masih belum usai, masih ada satu tahap seleksi lagi yang menungguku. Tes Kemampuan Dasar (TKD) yang dilaksanakan di Aula lantai empat Gedung Keuangan Negara(GKN) Semarang. Tes kali ini adalah penentu akhir usaha seluruh peserta seleksi PKN STAN. Tes diselenggarakan dengan sistem Computer Asissted Test (CAT) dimana peserta mengikuti ujian secara online melalui komputer yang sudah disediakan. Tes berlangsung selama 90 menit dengan jumlah soal 100 butir. Materi yang diujikan meliputi Kewarganegaraan, intelijensi umum, dan tes kepribadian.

Tes diadakan pada tanggal 22 juni 2016, saat bulan ramadhan. Hari itu aku memasuki Gedung aula dengan perasaan gugup. Wajar saja karena aku sebelumnya tidak pernah mengikuti tes berbasis CAT. Aku juga tidak membeli buku panduan tes CPNS yang berisi beribu ribu soal yang mungkin saja banyak tercantum di tes kali ini. Aku hanya belajar sesekali dari materi fotokopian yang diberikan oleh teman. Kebanyakan berisi tentang pelajaran kewarganegaraan dan sejarah indonesia. Namun tentu saja masih kalah saing dengan buku buku yang dijual di toko buku terkenal itu. Aku hanya bisa pasrah mengikuti tes dan berdoa.

Saat tes berlangsung, peserta diminta untuk log in dengan username dan password yang telah diberikan. Namun sial benar saat itu komputer yang aku gunakan mengalami lag sehingga aku seketika panik. Petugas lalu menyarankanku untuk pindah ke komputer lain, namun waktu masih berlanjut. Akibat keributan itu waktu pengerjaan soalku terpotong selama hampir sepuluh menit. Ah betapa sialnya, aku juga menjadi tidak fokus akibat was-was jika waktu yang diberikan untuk menyelesaikan tes tidak cukup

Saat waktu hampir berakhir aku dengan segera mengisi jawaban yang kosong secara acak. Pikirku saat itu aku tidak akan lolos seleksi terakhir ini. Ya sudahlah lagi pula keberuntungan tidak harus selalu bersamaku. Aku pasrah dan mencoba menyelesaikan soal untuk segera melihat hasil akhir.

Hasil akhir pun terpampang di depan komputerku. Aku terdiam sejenak melihat hasilnya. Aku lolos! Untuk kesekian kalinya, aku benar benar lolos! Walaupun dengan nilai seadanya setidaknya aku telah berhasil melewati tes kemampuan dasar. 342 nilai yang rendah dimata orang biasa namun telah mengakhiri jerih payahku berusaha selama mengikuti seleksi penerimaan sekolah ikatan dinas untuk PKN STAN.

Akhirnya pada tanggal 2 juli 2016 hasil seleksi akhir sudah muncul. Aku sangat bahagia melihat namaku berada di salah satu daftarnya. Namun juga banyak teman seperjuanganku yang gugur di seleksi akhir ini. Jangan bersedih kawan, terimakasih telah banyak membantuku. Tanpamu aku tidak akan berhasil. Sekali lagi terimakasih, semoga di lain kesempatan kau juga akan bisa meraih keinginanmu. Terimakasih juga kepada Allah yang telah mengabulkan keinginanku.

Sekian cerita dari saya selama mengikuti seleksi penerimaan sekolah ikatan dinas PKN STAN. Walau butuh banyak usaha dan kerja keras, namun saya senang hingga saat ini dapat bersekolah di PKN STAN yang berlokasi di kota Pontianak. Sungguh pengalaman yang sangat berharga bagi saya. **

Cek di Instagram @bimbelbebas karena Banyak banget info terbaru dan tips n trick tentang PKN STAN loh! Tersedia juga program bimbel lengkap dan terjangkau. Go follow @bimbelbebas sekarang juga!

https://www.instagram.com/bimbelbebas/

Buat kamu yang BELUM gabung di grup pejuang STAN, yuk join di sini

https://bimbelbebas.com/join/

Kamu bisa saling berbagi informasi dengan teman seperjuanganmu dari berbagai daerah. Juga ada informasi seputar STAN dan link tryout yang akan diberikan setiap minggunya. Jangan sampai ketinggalan ya ­čÖé

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.