» » PERJALANAN MENEMBUS PENDAFTARAN STAN

PERJALANAN MENEMBUS PENDAFTARAN STAN

Saya berasal dari Jakarta. Sekolah asal saya adalah SMAN 47 Jakarta. Saya adalah calon mahasiswa baru PKN-STAN D1 Pajak  di BDK Pontianak. Saya akan berbagi pengalaman saya dari awal hingga akhirnya menjadi camaba PKN-STAN. Semoga pengalaman saya dapat bermanfaat bagi para pembaca dan menjadi motivasi agar dapat mengikuti pendaftaran STAN.

Berawal pada bulan Febuari 2016. Saat itu adalah pendaftaran masuk PTN melauli jalur SNMPTN. Sejak kecil saya memiliki cita-cita untuk masuk Universitas Indonesia. Namun pada saat itu saya sadar bahwa nilai rapot saya tidak cukup untuk masuk Universitas favorit se Indonesia tersebut. Guru saya kemudian menyarankan untuk merubah pilihan saya agar sesuai dengan nilai rapot yang saya punya. Akhirnya dengan berat hati untuk merubah pilihan saya. Pada SNMPTN saya memilih Universitas Negeri Jakarta dan prodi Akuntansi kemudian mendaftar USM STAN menuruti permintaan orang tua saya.

Kemudian saya membeli buku prediksi soal-soal USM STAN dan mengerjakannya. Saya bertanya kepada teman dan guru jika menemukan soal yang tidak bisa saya kerjakan. Saya mengerjakan semua soal tersebut sembari belajar menghadapi Ujian Nasional. Saya tidak hanya mengisi soal nya saja, tetapi saya memberikan pembahasan di sebelah soal atau di kertas kosong agar saya dapat mempelajari soal tersebut di kemudian hari. Setelah Ujian Nasional selesai di laksanakan, saya mendaftar di salah satu bimbingan belajar.

Saya belajar di bimbel tersebut dari jam 8 pagi sampai jam 8 malam  nonstop selama 1 bulan termasuk sabtu minggu. Pada hari kedua bimbel, saya tidak hadir karena sedang melakukan verifikasi data untuk mengikuti pendaftaran STAN. Saya berangkat pukul 6 pagi dari rumah ke kampus PKN-STAN. Disana saya mendapat nomor antrian 97 dan menunggu sekitar 1 jam sampai dipanggil oleh panitia. Proses verifikasi data pun tidak berlangsung lama karena cara bekerja pihak panitia sangat efektif dan sistematis. Setelah selesai verifikasi, saya pun langsung pulang kerumah dan beristirahat.

Keesokan harinya saya pun memulai bimbel. Awal-awal bimbel, saya merasa capek dan penat karena harus belajar full sedangkan teman-teman saya yang lain sedang bersantai dirumah menikmati liburan mereka. Kemudian saya diberi nasihat oleh orang tua saya. Setelah saya belajar selama 1 bulan full, akhirnya hari USM STAN pun dimulai. Malam harinya saya tidak lupa menyiapkan peralatan yang dibawa pada saat USM berlangsung. Saya tidak tidur larut malam agar besoknya tidak mengantuk. Keesokan harinya saya bangun pukul 3 pagi dan kemudian saya melakukan solat tahajud, saya berdoa kepada Allah SWT agar diberikan kelancaran pada saat mengerjakan soal-soal USM STAN.

Saya berangkat pukul 5 pagi agar menghindari macet dan sampai pukul 6 pagi. Saya langsung masuk keruang ujian yang sehari sebelumnya saya sudah survey tempat ujian tersebut. Panitia USM STAN kemudian meriksa kartu peserta dan kartu identitas agar tidak terjadi kecurangan. Ujian pun dimulai, seketika stadion GBK pun langsung sunyi senyap. Semua peserta focus mengerjakan. Ujian pertama adalah TPA yang berlangsung selama 120 menit dan langsung dilanjut oleh TBI selama 90 menit. Ujian tersebut menurut saya cukup mudah, berbeda dengan soal try out dari bimbel saya. Saya berhasil mengisi kuranglebih 5/6 dari jumlah soal. Ujian tahun ini di ikuti oleh sekitar 112ribu peserta. Seluruh ilmu dari bimbel sudah saya terapkan. Selanjutnya tinggal menunggu hasil sekitar 10 hari mendatang.

Selama 10 hari menunggu pengumuman, saya terus berdoa dan meminta kerabat serta orang tua selalu mendoakan saya agar lulus tahap pertama USM STAN. Tidak hanya berdoa, saya juga melatih fisik saya untuk bersiap untuk tes tahap kedua yaitu Tes Kesehatan Kebugaran (TKK). Saya berlari mengelilingi komplek sekitar rumah saya setiap hari. Kalaupun tidak lulus tahap pertama USM STAN, saya tidak terlalu kecewa karena saya sudah diterima di kampus UNJ prodi akuntansi pada jalur SNMPTN. Akhirnya pengumuman yang di tunggu-tunggu pun tiba.

Tepatnya tanggal 25 mei 2016 saya diberitahu oleh teman saya bahwa saya lulus USM STAN tahap pertama. Saya langsung sujud syukur saat mengetahui bahwa saya lulus. Saya juga sempat sedih karena teman-teman saya yang ikut mendaftar tidak lulus tahap pertama. Saya memberikan support kepada mereka agar tetap semangat. Pada malam hari nya, saya di beritahu oleh tempat bimbel saya untuk datang kembali untuk melatih fisik oleh pasukan kodam. Saya dilatih fisik ala militer. Latihan itupun menurut saya cukup keras dan melelahkan. Pada hari pertama latihan, saya berlari selama 20 menit. Pada hari pertama saya hanya dapat 2 putaran saja. Itu sangat jauh dari target untuk lulus USM STAN tahap kedua yang hanya lari selama 12 menit. Saya berlatih selama 4 hari full dengan porsi latihan yang terus meningkat. Hasi latihan lari saya pun juga meningkat selama 4 hari. Akhirnya hari TKK saya pun tiba, tepatnya pada tanggal 30 mei 2016.

Saya bangun pukul 3 pagi dan langsung solat tahajud. Setelah solat tahajud saya langsung mandi dan bersiap berangkat ke tempat tes dilaksanakan. Jarak dari rumah saya ke tempat tes sekitar 11km. Saya berangkat pukul 5 pagi dalam keadaan yang masih ngantuk. Saya tiba disana pukul 6. Saya langsung mengambil nomor antrian tes dan mendapat nomor 200an. Saya cukup kaget karena mendapat nomor antrian hamper terakhir. Saya menunggu sangat lama, hampir sekitar 3 jam sampai dipanggil untuk melakukan tes kesehatan.

Pertama saya di cek kesehatan mata, tensi darah dan detak jantung. Proses tersebut berlangsung selama 1 jam. Akhinya tes lari pun dimulai. Saya mengerahkan seluruh tenaga saya dan latihan yang saya jalani. Tips&trik yang diberikan oleh pelatih saya pun saya kerahkan semua. Walaupun keringan bercucuran di wajah, saya tetap semangat berlari tanpa berhenti sedikitpun. Walaupun begitu, saya hanya dapat 4 setengah putaran saja selama 12 menit. Hasil tersebut sempat membuat mental saya down.

Kemudian saya diberi waktu istirahat selama 5 menit untuk melanjutkan tes selanjutnya yaitu lari membentuk angka 8. Mulai lah giliran saya berlari. Dengan sisa tenaga, saya terus berlari denga teknik yang diajarkan oleh pelatih saya agar mendapat hasil yang maksimal. Setelah melaksanakan seluruh rangkaian tes tahap kedua, saya pun langsung bergegas pulang kerumah dan beristirahat. Selama menunggu hasil tes tahap kedua, datanglah bulan puasa. Pada bulan puasa, saya terus meingkatkan doa saya agar dapat lulus tahap kedua.

Setelah menunggu beberapa hari akhirnya pengumuman pun tiba. saya sangat terkejut dan senang karena nama saya ada pada daftar peserta yang lulus tahap kedua. Saya langsung sujud syukur setelah melihat pengumuman. Pagi harinya saya diminta datang kembali ke tempat bimbel saya untuk diberikan materi tentang soal-soal tahap 3. Kemudian saya diberikan latihan soal CPNS dan cara mengerjakan nya agar dapat hasil maksimal. Saya bimbel selama 4 hari pada saat bulan puasa. Akhirnya tiba saat tes TKD dimulai. Saya mendapat sesi ke 3 hari pertama. Namun saya sudah datang pada waktu sesi 1 berlangsung. Saya sempat melihat nilai peserta pada sesi 1&2. Mental saya sempat down karena melihat nilai mereka cukup tinggi.

Tibalah saat sesi 3 memulai tes. Sebelum itu saya diberi password log in untuk melakukan tes TKD. Tes terdiri dari 3 bagian, yaitu TWK, TIU dan TKP dengan waktu 90 menit. Setelah selesai tes, saya cukup terkejut karena nilai saya diatas ekspetasi saya sebelumnya. Saya sangat senang karena nilai saya dapat bersaing dengan peserta lain. Namun saya tidak berhenti untuk berdoa agar saya dapat lulus tahap 3. Setelah menunggu beberapa hari, akhirnya waktu pengumuman tiba. Namun sampai habis hari tersebut, tidak muncul pengumumannya. Saya sempat resah karena tidak ada kabar. Akhirnya keluar lah pengumuman bahwa pengumuman tes tahap 3 diundur menjadi tanggal 31 Juni 2016. Setelah tanggal 31 Juni, pengumuman belum juga keluar. Akhirnya keesokan harinya pengumuman pun tiba.

Saya terkejut dan sangat senang karena nama saya ada di daftar peserta yang lulus. Ini berarti saya lulus USM STAN 2016. Namun saya sedikit kecewa karena saya dapat D1 Pajak dan bukan di Jakarta, tetapi di Pontianak. Saya akan merantau ke luar pulau. Di Pontianak saya tidak mempunyai sanak saudara maupu kerabat. Hal ini sempat membuat orang tua saya khawatir. Namun saya tetap bangga menjadi mahasiswa PKN STAN 2016 walaupun hanya D1 Pajak Pontianak. Menurut saya ini kesempatan yang sangat berharga dan sayang jika di lewatkan begitu saja. Banyak orang diluar sana memperebutkan mengikuti pendaftaran STAN. Setelah mempersiapkan barang yang dibutuhkan, saya pun pergi ke Pontianak untuk pertama kalinya untuk Daftar Ulang. Saya sangat senang mendapat pengalaman baru dan bertemu teman dari berbagai daerah di Indonesia bukan hanya di Jakarta saja.

Demikianlah, perjalanan saya menembus ketatnya USM STAN. Semoga pengalaman saya menjadi inspirasi dan motivasi kepada seluruh pihak yang membaca ini. Kurang lebihnya saya mohon maaf. Wassalammualaikum wr wb.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.