» » Perjuangan Awal Meraih Cita Menuju STAN

Perjuangan Awal Meraih Cita Menuju STAN

Perjuangan Awal Meraih Cita Menuju STAN
Perjuangan Awal Meraih Cita Menuju STAN

Saya akan menceritakan bagaimana perjuangan awal saya meraih cita menuju STAN. Pendidikan merupakan hal penting yang harus dimiliki setiap orang, apalagi di zaman sekarang ini yang menuntut persaingan keras agar dapat menempati berbagai pekerjaan dan jabatan. Sekarang ini pendidikan sudah semakin maju dan menerapkan standar yang semakin tinggi.

Sama hal nya dengan anak-anak tersebut, saya juga telah melewati masa yang cukup panjang selama hidup saya dalam mengemban pendidikan. Enam tahun belajar di SD, lalu berlanjut tiga tahun di SMP, dan akhir nya lulus sekolah setelah tiga tahun menjalani pendidikan di SMA. Banyak perjuangan yang perlu saya tempuh untuk lulus melewati semua tahap itu, namun saya sadar bahwa lulus sekolah barulah tahap awal menuju perjuangan saya yang sebenarnya.

Ketika saya memasuki kelas 12 (kelas 3 SMA), disitu saya baru memikirkan sesuatu yang sebenarnya sudah banyak teman-teman saya pikirkan jauh-jauh hari, yaitu mengenai pendidikan apa yang akan dilanjutkan setelah lulus SMA.

Tentu nya saya maupun teman-teman seangkatan saya mempunyai harapan agar lulus SMA nanti kelak dapat melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi ternama seperti  di berbagai Perguruan Tinggi Negeri  (PTN) terkenal yang ada di seluruh Indonesia. Ada pula yang bercita-cita memasuki Akademi Polisi, sekolah pelayaran, sekolah penerbangan, serta yang berencana sekolah keluar negeri. Namun tentunya mewujudkan itu semua bukan lah hal yang mudah.

Saya awal nya tidak memikirkan masalah kuliah ini secara serius karena berpikir bahwa hal ini dapat diurus dengan mudah, namun nyata nya saya malah kerepotan bahkan sempat sangat pusing memikirkan akan melanjutkan pendidikan jenis apa dan di perguruan tinggi manakah nanti nya. Hasil nya pun saya banyak menunda dalam mempersiapkan keperluan untuk melanjutkan pendidikan tinggi.

Disaat saya bingung menentukan pilihan masa depan saya, ada teman saya mengajak untuk mencoba masuk ke STAN.Saya sendiri awal nya tidak tau banyak soal sekolah ini. STAN merupakan singkatan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (telah berganti nama lengkap menjadi PKN STAN sejak setahun lalu).

Teman saya ini sebenarnya telah sejak lama mengusulkan untuk mencoba meraih cita menuju STAN, namun saya baru mempertimbangkan untuk benar-benar ingin mencoba masuk ketika kelas 12. Awalnya saya tidak serius ingin masuk kesini mengingat basic saya di SMA adalah jurusan MIPA, namun dalam proses nya justru meraih cita menuju STAN lah yang menjadi tujuan utama saya setelah lulus sekolah.

Perjuangan Awal Meraih Cita Menuju STAN

Perjuangan awal saya meraih cita menuju STAN adalah disaat teman-teman saya yang juga ingin mencoba masuk ke STAN berencana mengikuti kegiatan Try-Out yang diadakan untuk memberi latihan dan gambaran mengenai soal  USM PKN STAN 2016. Saat itu kegiatan try-out diadakan di Bekasi yang kebetulan tidak jauh dari rumah kami yang masih disekitar daerah Cibubur. Karena try-out diakan pada hari minggu pagi, kami pun harus mengorbankan sebagian dari waktu kami untuk menikmati libur akhir pekan.

Diluar perkiraan, soal yang diujikan di try-out ini terasa cukup sulit dibandingkan yang telah kami latih bersama dihari sebelum nya. Dan benar saja sekitar satu bulan saat pengumuman keluar, banyak teman saya termasuk saya sendiri yang bahkan tidak lolos nilai mati sesuai ketentuan ujian saring masuk PKN STAN. Namun hal ini justru membuat saya membara karena  saya yakin saya bisa mendapat jauh lebih dari hasil try-out tersebut.

Singkat cerita, saat pendaftaran secara online telah dibuka untuk mengikuti ujian STAN, kami serentak bergegas mendaftar. Cukup merepotkan karena saat mendaftar perlu memasukan data nilai raport, apalagi di SMA saya sempat ada dua macam konversi nilai pada raport, sehingga saya perlu meminta pada guru untuk dibuatkan nilai raport dengan skala yang sesuai.

Pada saat tiba hari verifikasi berkas, saya dibuat cukup repot karena antrian yang panjang sekali padahal saya datang tidak telat dari jadwal. Namun yang lebih merepotkan lagi, pas foto ukuran 4×6 yang telah saya siapkan dari rumah sebagai salah satu persyaratan verifikasi ditolak dan saya terpaksa harus foto ulang. Saya terpaksa segera mencari studio foto,  padahal saat itu hari sudah cukup sore dan hampir mendekati jam akhir verifikasi berkas. Namun puji Tuhan semua berjalan lancar sesuai waktu dan saya menerima kartu Bukti Peserta Ujian (BPU) yang konon sangat repot jika hilang (ternyata benar karena ada yang kehilangan dan harus diurus terlebih dahulu di kantor polisi).

Setelah selesai menempuh  Ujian Nasional SMA, barulah USM STAN akan diselenggarakan. Sebagai persiapan, saya telah berlatih menggunakan buku latihan soal yang telah saya beli pada kegiatan try-out di Bekasi (rumayan saat itu harga buku nya diskon). Tepat H-1 ujian STAN, SMA saya menggelar  wisuda sekaligus acara perpisahan pada malam hari nya sehingga saya sudah tidak ada waktu untuk belajar. Namun keesokan hari nya saya telah merasa percaya diri menghadapi ujian.

Ujian USM PKN STAN 2016 tahap pertama berupa soal TPA dan TBI yang secara total berjumlah 180 soal dengan batas  waktu total 150 menit, berarti 1 soal saja tidak boleh melebihi 1 menit pengerjaan. Pada tahap pertama saya berkesempatan mengikuti ujian di PKN STAN Bintaro. Tes TPA dan TBI saya kerjakan dengan yakin

Dalam menantikan pengumuman tahap pertama ini, saya dilanda kebingungan karena saya belum mempunyai cadangan kuliah dan tidak memiliki persiapan untuk mengikuti ujian SBMPTN. Saya takut karena persiapan yang saya lakukan hanya untuk ujian di STAN saja. Setelah menanti dengan cemas, akhir nya datang kabar gembira karena  saya serta beberapa teman saya berhasil lolos ujian tahap pertama ini yang terkenal paling banyak menggugurkan peserta ujian. Namun terlalu cepat untuk senang karena hanya berselang satu minggu akan diakan ujian tahap kedua.

Ujian tahap kedua berupa tes pemeriksaan kesehatan serta kebugaran fisik. Saya dan teman saya cukup khawatir dengan tes fisik berupa lari selama 12 menit mencapai jarak sesuai target. Saya pun mengeluarkan tenaga extra untuk bangun pagi selama seminggu agar dapat latihan lari. Di sore hari pun saya kembali berlatih. Seminggu itu  benar-benar terasa lelah, namun disaat yang sama badan saya merasa lebih siap untuk tes fisik.

Belajar dari teman saya yang mendapat antrian tes pada siang hari, saya akhir nya berangkat jam 4 pagi dan tiba jam 5 pagi di Pusdiklat Bea dan Cukai Rawamangun. Benar saja, saat tiba pun nomor antrian saya sudah mencapai angka diatas empat puluh, padahal jadwal awal nya adalah jam 06.30 WIB. Namun beruntung nomor antrian saya termasuk cepat, sehingga tes fisik dapat saya lakukan saat masih sekitar jam setengah Sembilan pagi. Tes fisik pun dapat saya selesaikan dengan cukup baik,  walaupun saya tidak berhasil mencapai jarak 6 putaran yang diklaim sebagai jarak paling aman. Masih ada tes berupa shuttle run yang saya rasa cukup lancar saya lakukan, apalagi lari jangka pendek saya cepat.

Kembali menunggu dengan harap dan cemas, saya pun hanya bisa menunggu sekitar setengah bulan sampai pengumuman tes tahap kedua muncul. Namun setelah penantian, saya kembali bersyukur karena diberi kesempatan lulus dan bisa ikut ujian tahap ketiga sekaligus terakhir.

Ujian tahap ketiga sendiri yaitu Tes Kompetensi Dasar (TKD). Ujian ini berupa ujian yang biasa dipakai untuk tes kepegawaian masuk PNS, dengan 3 jenis soal. Ada Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensi Umum (TIU), juga tes kepribadian. Awal nya saya sedikit meremehkan tes ini karena ada yang mengatakan mudah, namun justru saya kerepotan menjelang hari ujian karena persiapan yang kurang matang.

Nyata nya benar saja, hasil ujian TKD saya mendapat total nilai tidak besar walaupun berhasil lulus standar nilai. Setelah ujian saya merasa takut tidak lulus, apalagi setelah secara data saya membandingkan persentase kemungkinan saya lulus dengan peringkat nilai dan daya tampung STAN tahun ini. Saya merasa cemas sekali, membuat saya banyak terdiam selama menanti pengumuman dan menciptakan banyak pikiran negative. Namun menanggapi sikap saya, orang tua berperilaku bijak. Papa saya sendiri berkata untuk tidak memusingkan hasil  nya. Sayapun kembali normal walaupun masih terpikir mengenai hasil ujian.

Tapi Tuhan memang baik. Saat pengumuman keluar , nama saya tercantum sebagai salah satu yang berhasil lulus ujian tahap ketiga sekaligus secara keselurahan lulus USM PKN STAN 2016 dan berhak menempuh pendidikan di STAN. Sempat kaget karena mendapat tempat di Pontianak, Kalimantan Barat. Maklum saja karena sampai berbeda pulau dengan rumah asal, namun saya tetap bersyukur dan yakin bahwa ini jalan terbaik yang diberikan Tuhan untuk saya.

Saya juga bersyukur karena paman saya mau membantu dalam pembiayaan akomodasi, baik saat daftar ulang serta saat kembali untuk menetap di Pontianak. Saya bersyukur karena semua proses perjuangan awal saya meraih cita menuju STAN dapat berjalan lancar.

**

Cek di Instagram @bimbelbebas karena Banyak banget info terbaru dan tips n trik tentang PKN STAN loh! Tersedia juga program bimbel lengkap dan terjangkau. Go follow @bimbelbebas sekarang juga!

https://www.instagram.com/bimbelbebas/

Buat kamu yang BELUM gabung di grup pejuang STAN, yuk join di sini :

https://bimbelbebas.com/join/

Kamu bisa saling berbagi informasi dengan teman seperjuanganmu dari berbagai daerah. Juga ada informasi seputar STAN dan link tryout yang akan diberikan setiap minggunya. Jangan sampai ketinggalan ya 🙂

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.