» » SEDIKIT MEMORI TENTANG MASUK PKN STAN

SEDIKIT MEMORI TENTANG MASUK PKN STAN

Assalamu’alaikum. saya disini bakal menceritakan bagaimana pengalaman saya tentang PKN STAN. Jujur saat pertama kali diumunkan tentang PKN STAN saya sama sekali tidak memperhatikan kapan pengumunan pendaftaran keluar. Bahkan saya tau pendaftaran itu dari teman saya, dahulu memang ada keinginan untuk masuk STAN. Namun seiring waktu berjalan di SMA lama kelamaan keinginan itu hilang. Ketidakinginan menjadi Pegawai Negeri Sipil merupakn salah satu alasan kenapa saya tidak terlalu tertarik ingin masuk Sekolah Tinggi Akuntasi Negara, meskipun kedua orang tua saya adalah seorang Pegawai Negeri Sipil namun keinginan itu tetap memudar sejak masuk SMA. Apalagi jika mendengar sistem drop out di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara apalagi jurusan D3 yang sangat rentan dengan drop out.

Keinginan saya pada saat SMA pun sangat besar bisa bekerja ditempat yang disenangi atau menjadi orang yang sukses. Prestige adalah kata yang selalu saya ingat sewaktu SMA dalam hati saya selalu berkata Kamu tidak akan pernah sukses hanya dengan menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil itulah kata-kata yang saya selalu ungkapkan dalam hati saat SMA. Memang saat SMA banyak sekali kawan-kawan yang idealis dan ambisius, dan buruknya saya terbawa arus, saya lupa bahwa kehidupan diluar jauh lebih berat dari yang dibayangkan.

Mulai Tertarik dengan Informasi Tentang PKN STAN

Kembali dimana pertama kali mulai tertarik tentang PKN STAN. Sedikit minat untuk melanjutkan sekolah di Sekolah Tinngi Akuntasi Negara membuat saya menjatuhkan pilihan ke Perguruan Tinggi Negeri, sebelumnya saya gagal masuk calon peserta Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri akhirnya pun saya mendaftar Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri, saat itu saya memilih untuk mendaftar di Universitas Diponegoro jurusan Hubungan Internasional dan Administrasi Bisnis juga Universitas Gajah Mada yaitu jurusan Manajemen Kebijakan Publik.

Orang tua sayalah yang paling mensupport saya untuk masuk Sekolah Tinggi Akuntansi Negara, meskipun orang tua saya mensupport saya untuk melanjutka sekolah dimanapun. Namun mereka berpendapat bahwa tidak ada salahnya juga untuk masuk ke Sekolah Tinggi Akuntansi Negara.

Pendaftaran Sekolah Tinggi Akuntansi Negara saya lakukan dirumah dengan menggunakan modem handphone, karena memang itu merupakan hal paling efisien saat itu . saat itu banyak pilihan jurusan yang membuat saya bingung untuk memilih, memang tidak ada kesulitan dalam pedaftaran namun saya cukup bingung dalam meimlih jurusan. Karena memang saya masih buta tentang PKN STAN.

D3 Kebendaharaan negara merupakan pilihan teratas saya disusul dengan D1 Kebendaharaan Negara D3 Bea Cukai D1 Cukai. Dan saya masih ingat betul bahwa pilihan jurusan Akuntasi saya taruh dibagian paling belakang. Kesulitan dalam pemilihan jrusan sangat menyita waktu saya berhari-hari karena saya menimbang-nimbang jurusan mana yang paling sesuai dengan pilihan saya, setelah mantap dengan pilihan tersebut saya melanjutkan untuk mencetak Bukti Pendaftaran Online, singkat cerita saya harus melakukan pendaftaran ulang di Gedung Keuangan Negara Semarang.

Saya mendapat giliran hari keempat saat itu mulai berangkat pukul 07.00 WIB dengan harapan menghindari sibuknya jalanan yang dipenuhi anak sekolah. Berangkat dengan menggunakan motor saya harus menyiapkan stamina yang prima, untuk pertama kalinya saya menaiki motor dari Boyolali menuju semarang seorang diri. Cuaca saat itu tidak begitu panas di Boyolali rata-rata perjalanan motor dengan kecepatan 50km/jam.

Sesampainya di Semarang cuaca sangat panas saya tidak terlalu terbiasa dengan cuaca panas di semarang karena saya tidak suka panas. Jadi saya harus terbiasa dengan panas di semarang. Setelah sampai saya cukup kesuliotan untuk mencari Gedung Keuangan Negara. Karena salah satu teman saya memberi tau kalau Gedung Keuangan Negara berada di dekat Tugu Muda Semarang. Setelah mencari-cari hampir setengah jam akhirnya ketemu juga dengan Gedung Keuangan Negara.

Meskipun sempat salah parkir di gedung lain namun saya berhasil akhirnya saya berhasil masuk komplek Gedung Keuangan Negara. Saat itu saya bertanya pada bapak bapak di depan Gedung Keunangan Negara  dan menyusruh saya untuk masuk dari pintu sebelah barat, benar-benar sangat terkejut saat itu begitu panjangnya antrian untuk melakukan pendaftaran ulang pasrah aja deh dalam hari saya berkata.

Sambil mengggu dipangggil saya sempat berdiri beberapa menit sampai akhirnya dipersilakan duduk oleh panitia. Tepat hari jumat saat hari itu break untuk sholat jumat, akhirnya pendaftaran ulang dilaksanakan pukul 13.00WIB dan selesai pukul 16.00WIB  setelah itu melaksankan sholat Ashar dan pulang kerumah dalam keadaan sedikit kantuk.

Universitas Semarang menjadi tempat test saya, sebelum ke Universitas Semarang saya memesan hotel bersama dua orang teman saya bernama Hartono dan Ahmad yang berangkat dengan menggunakan Bus, dan kebetulan teman saya yang bernama Harstwin dan Susanto, parahnya mereka menginap dengan gratis. Setelah melaksanakan test di Universitas Semarang kami lanjutkan perjalanan pulang melewati jalur timur semarang berempat sedangkan si Hartono pulang bersama teman yang lain yang menggunakan mobil pribadi.

Pemandangan di Semarang bagian timur cukup indah, kami mapir sebentar di rumah makan dekat Universitas Diponegoro sambil membicarakan bagaimana soal Tes Potensi Akademik dan Tes Bahasa Inggris yang tentu saja tidak dapat kami selesaikan seluruhnya.

Waktu terus berjalan jujur saya tidak begitu mengharapkan untuk masuk ke Sekolah Tinggi Keunagan negara namun mungkin Tuhan berkehendak lain atau memang Tuhan memberi keberuntungan, pagi hari ayah saya memberitahu saya bahwa saya diterima di Sekolah Tinngi Akuntasi Negara ayah saya sangat senang saat itu, namun sayang ketiga teman saya yang bernama Ahmad, Susanto dan Hartono gagal masuk ke tahap selanjutnya dan hanya Harstwin yang lolos.

Selanjutnya adalah saat tes kesehatan, tes kesehatan saya hampir bebarengan dengan tes SBMPTN orang orang terdekat saya sudah mewanti-wanti untuk menyapkan kedua test ini dengan baik. Namun tetap saja udara panas semarang membuat saya susah tidur, sampai akhirnya saat test SBMPTN saya banyak kehilangan konsentrasi.

Hari selanjutnya pun berlalu saya masuk ke GOR didekat Simpang Lima semarang saya berangkat cukup pagi saat itu pukul 06.15WIB dari hotel tempat saya menginap, sesampainya disana saya cukup kaget karena saya mendapat urutan 180an dari 200 peserta pada hari itu yang berarti saya harus test kesehatan pada kloter akhir atau siang hari.

Saya test lari tepat setelah dikumandangkan adzan dzuhur, semua lancar saat test saya meskipun lari di siang hari yang panas. Saat yang ditunggu pun tiba subuh pagi hari pengumuman PKN-STAN (sudah berubah nama saat itu seingat saya) saya diterima diterima untuk lolos tes selanjutnya. Setelah tau kapan hari tes selanjutnya kami memesan hotel di dekat Gedung Keuangan Negara. Pada saat nya tiba hari Tes Kemampuan Dasar, tegang? Pasti! Tapi syukurnya semua dapat dikerjakan dengan baik.

Nilai yang keluar sebetulnya kurang memuaskan bahkan saya yakin tidak akan lolos jika meliahat nilai teman lain,dalam hati tidak palah karena masih ada SBMPTN, melihat kehidupan di semarang saya jadi sadar bahwa sangat berat untuk menjadi orang yang sukses dan diperlukan usaha yang sangat keras, pola pikir saya untuk hidup harus menjadi orang sukses dan terpaksa melihat orang disekelilig saya menderita membuat saya mengurungkan niat tersebut, entah kenapa sejak pulang dari test di Semarang saya sangat ingin masuk ke PKN-STAN.

Hari pun berlanjut berlanjut pengumuman yang ditunggu pun telah dinanti. Pengumuman PKN-STAN dan SBMPTN hampir bersamaan, yang petama saya lihat adalah pengumumna SBMPTN karena lebih dahulu muncul. Dan hasilnya sangat sangat mengecewakan saya ditolak Perguruan Tinggi Negeri yang saya pilih, Tengah malam setelah sholat Tarawih saya mencoba grub FKM STAN dari boyolali dan hasilnya pengumuman belum keluar. Pagi hari sebelum makan sahur ada notifikasi Whats App bahwa saya diterima di PKN-STAN di Pontianak. Jujur entah kenapa saya sangat gembira langsung memeluk Ibu dan Ayah saya saat itu juga. Demikian sedikit memori yang saya alami, terima kasih telah membaca naskah yang masih banyak kurangnya ini. Wassalamu’alaikum. **

Cek di Instagram @bimbelbebas karena Banyak banget info terbaru dan tips n trick tentang PKN STAN loh! Tersedia juga program bimbel lengkap dan terjangkau. Go follow @bimbelbebas sekarang juga!

https://www.instagram.com/bimbelbebas/

Buat kamu yang BELUM gabung di grup pejuang STAN, yuk join di sini

https://bimbelbebas.com/join/

Kamu bisa saling berbagi informasi dengan teman seperjuanganmu dari berbagai daerah. Juga ada informasi seputar STAN dan link tryout yang akan diberikan setiap minggunya. Jangan sampai ketinggalan ya 🙂

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.