Home » Tips dan Trik » 3 Jenis Kesehatan Yang Harus Seimbang (Tips Lulus Tes Kesehatan)

3 Jenis Kesehatan Yang Harus Seimbang (Tips Lulus Tes Kesehatan)

3 Jenis Kesehatan yang harus SeimbangBicara soal sehat orang selalu berfikir bahwa sehat adalah tidak sakit. Apakah Anda sependapat? Kesehatan bagi kebanyakan orang adalah kondisi dimana tubuh kita dapat bekerja dengan normal. Tidak ada gangguan yang berarti terhadap fungsi semua organ tubuh kita.

Lalu sependapatkah Anda apabila kebahagiaan hanya dapat dinikmati ketika kita sehat? Anda yang memiliki banyak uang tak akan dapat menikmatinya apabila Anda tidak sehat. Namun ada juga yang sehat dan kaya, tetapi merasa bahwa mereka sangat jauh dari kata bahagia. Kira-kira apa ya sebabnya?

Sekarang kita anggap Anda punya banyak uang, tidak sakit, punya banyak waktu luang. Apakah menurut Anda itu sudah cukup? Kita tadi membahas bahwa kesehatan ditambah dengan kekayaan menghasilkan kebahagiaan. Oke mungkin Anda memiliki masalah dengan keluarga atau pasangan Anda begitu sering mengecewakan Anda. Andai saja itu yang terjadi, kira-kira apa solusinya?

Kesehatan menurut kebanyakan orang terdiri dari dua jenis yaitu kesehatan jasmani dan rohani. Namun menurut Saya ada salah satu jenis kesehatan yang tidak kalah pentingnya yaitu kesehatan pikiran. Layaknya kesehatan rohani, kesehatan pikiran tak kasat mata. Berbeda dengan kesehatan jasmani atau fisik yang ketika orang itu tidak sehat, dengan mudahnya dapat kita identifikasi. Namun untuk dua jenis kesehatan lainnya yaitu kesehatan rohani yang berasal dari hati serta kesehatan pikiran yang berasal dari otak, ketika orang itu tidak sehat maka tak akan nampak secara kasat mata.

Kita mulai dengan kesehatan jasmani. Kesehatan jasmani atau fisik pusatnya di perut. Sumbernya dari enegri yang Anda serap yang muaranya adalah perut, serta energi yang Anda keluarkan. Kuncinya ada di keseimbangan antara energi masuk dengan energi keluar. Anda banyak makan namun sedikit melakukan aktivitas fisik maka akibatnya adalah obesitas. Sebaliknya Anda yang sedikit makan dan banyak aktivitas fisik akibatnya adalah kekurangan gizi. Di era modern seperti sekarang ini dimana kemajuan teknologi memudahkan segala urusan membuat kita perlu mencari tambahan aktivitas untuk menyeimbangkan vitalitas fisik kita. Orang jaman dulu begitu mudahnya mengeluarkan energi dari aktivitas fisik. Mulai dari menimba air di sumur, bersepeda, mencuci, dan aktivitas harian lainnya. Namun kini kita dibantu dengan pompa air, sepeda motor, mesin cuci, dan berbagai alat modern lainnya hingga untuk bertransaksi sekalipun dapat dilakukan dengan menggunakan smartphone.

Efek positifnya memang banyak, namun side efectnya ini yang perlu sedikit kita perhatikan. Ada beberapa side efect yang sebenarnya dapat merembet kepada gangguan kesehatan lainnya. Mulai dari obesitas, insomnia, lemas, lunglai, hingga ngantuk di siang hari. Semuanya berkaitan satu dengan yang lainnya. Pertama ketika Anda banyak makan maka energi Anda menumpuk begitu pula dengan cadangan energi yang masih berupa karbohidrat. Selanjutnya karena aktivitas harian Anda rendah, malam harinya Anda tidak merasa lelah sehingga Andapun belum mengantuk ketika waktu sudah mulai larut. Malam harinya perut Anda berbunyi, Anda lapar dan akhirnya makan lagi. Setelah Anda kenyang barulah Anda tidur. Perlu Anda ketahui bahwa rasa ngantuk yang Anda dapatkan ketika kekenyangan berasal dari karbohidrat yang memang efek sampingnya membuat mata mengantuk. Ini berbeda dengan Anda yang mengantuk akibat aktivitas fisik.

Esok paginya Anda tidak bisa bangun pagi karena malam sebelumnya Anda tidur begitu larut malam. Pagi harinya Anda merasa bahwa tidur Anda masih kurang. Anda merasakan serangan ngantuk yang luar biasa justru ketika Anda harus melek. Sebaliknya ketika malam kembali datang, Anda mengalami susah tidur. Kebiasaan ini Anda lalui terus menerus hingga sampai pada suatu saat ketika Anda tersadar bahwa berat badan Anda sudah mulai jauh diatas normal.

Anda mencoba menelaah apa yang terjadi. Anda mulai mengurangi porsi nasi Anda namun hal itu sangat sulit. Ketika Anda mencoba untuk diet justru yang terjadi berat badan Anda semakin bertambah. Anda mencoba menahan rasa lapar untuk mengurangi berat badan Anda, namun yang terjadi ketika tiba waktunya untuk makan Anda justru makan tanpa kontrol. Ahlasih usaha Anda untuk mencapai berat badan ideal sia-sia.

Sekarang kita akan membahas mengenai kesehatan otak. Di dalam otak manusia terdapat jutaan neutron yang saling berhubungan. Disana terjadi proses mental mulai dari berfikir logis, mengingat, menganalisa, menirukan, dan masih banyak lagi. Otak yang berfikir akan menghasilkan pikiran. Sedangkan pikiran yang Anda percayai akan menghasilkan pemikiran. Mungkin saja Anda kurang familiar dengan kata pemikiran karena sebagian orang menyebutnya prinsip, visi, maupun pandangan.

Pemikiran atau prinsip itu sendiri dapat Anda dapatkan baik dari membaca, berdiskusi, mendengarkan ceramah, maupun mengobrol biasa dengan teman dekat Anda. Mungkin Anda tidak menyadari bahwa sekarang ini Anda sedang berada di prinsip hidup seorang hedonis, vandalis, pemikir, religius, filsuf, atau bahkan Anda tidak memiliki prinsip hidup sama sekali.

Nah prinsip ini sendiri ada yang negatif ada pula yang positif. Anda tidak akan dapat menilai pemikiran orang lain sebelum Anda benar-benar dekat dengannya. Kesalahan justifikasi dapat merusak hubungan Anda dengan teman Anda ketika teman Anda merasa tersinggung dengan apa yang Anda ucapkan.

Terakhir yang ingin Saya bahas adalah mengenai kesehatan nurani yang letaknya di hati. Berhubungan dengan baik buruk, nilai moral, agama, dan asusila. Untuk hal yang satu ini sudah sangat luas pembahasannya terutama bagi Anda yang beragama islam dimana banyak buku-buku yang membahas mengenai hati. AA Gym membuat buku berjudul Manajemen Qalbu. Imam Ghazali memiliki kitab Ihya Ulumuddin yang membahas jenis-jenis penyakit hati dan masih banyak lagi.

Sekarang mari kita resapi sejauh mana kita mampu mewujudkan ketiga jenis kesehatan di dalam diri kita. Ketika ada yang terganggu, sudah selayaknya kita cari tau apa penyebabnya dan selesaikan sebelum merembet kemana-mana karena semaikin lama kita membiarkan penyakit itu ada dalam diri kita, semakin sulit pulalah kita untuk kembali kepada ketiga kesehatan tersebut.

Tinggalkan Balasan